Bahas Konflik Gajak Dalam Forum KEE

Ahmadi Minta Kejelasan Tupoksi Pemerintah Bener Meriah

Ahmadi Di KEE

TOSKOMI.COM|| REDELONG(27/10/2017)- Terkait Konflik Satwa Versus Manusia, Bupati Kabupaten Bener Meriah mengharapkan kejelasan Tugas dan Fungsi antar steakholders lebih jelas.
Hal tersebut disampaikan Ahmadi, SE saat membuka acara rapat koordinasi, sosialisasi dan penyusunan rencana aksi KEE di Aula Sekretariat daerah Kabupaten Bener Meriah, Kamis (26/10)
.
Bupati Ahmadi menyampaikan, permasalahan konflik manusia dengan gajah bukan hanya terjadi di Kabupaten Bener Meriah, namun konflik tersebut melibatkan tiga kabupaten, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Bireuen. “Besar harapan kami, agar penaganan abang kul (istilah pasaran untuk gajah-red) melibatkan tiga kabupaten, karena, ini bukan hanya masalah rakyat Pintu Rime Gayo semata, tapi masalah tiga kabupaten, Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen dengan abang kul .”sampai bupati itu kepada perwakilan Dirjen Kawasan Ekosistem Esensial yang hadir dalam acara tersebut.
Bupati Ahmadi berharap diskusi yang dilaksanakan tersebut akan menghasilkan rancangan rencana aksi yang baik, sehingga tupoksi masing-masing bagian dapat dijalankan dengan baik, “artinya pihak kementrian berperan dimana, pihak Yayasan HAA berperan dimana dan pihak pemerintah Kabupaten Bener Meriah berperan dimana. Kita tidak mau ada orang nantinya beranggapan bahwa kita lebih mementingkan gajah ketimbang manusia, saya tegaskan kita tidak mau, tapi juga gajah adalah habitan yang perlu dilindungi bersama-sama, kita sepakat bersama.”ujar Ahmadi.
Tapi harap bupati, bagaimana gajah-gajah tersebut dapat bernilai ekonomis, “jangan menjadi mata uang dengan cara diburu, tentunya kita berharap bagaimana gajah tersebut dapat dijadikan sebagai wisata, dari wisata tersebut penduduk sekitar dapat keuntungan. Maka saya berharap kita dapat berdiskusi dengan arif dan bijak dan tanpa harus menyalahkan siapa, tapi diskusi ini bertujuan nantinya mencari solusi terbaik untuk penaganan konflik manusia dengan abang kul.”demikian Bupati Kabupaten Bener Meriah.
“Kami berharap penaganan yang akan dilakukan nantinya bersifat permanen dan komprehensif tentunya untuk jangka panjang, dan juga kita mau penaganan ini tidak menggangu investasi yang nantinya bertujuan untuk kesejateraan rakyat kita, artinya apa, kita ketahui bersama bahwa potensi pembangkit listrik tenaga air yang ada di Kecamatan Gajah Putih, Timang Gajah, dan Pintu Rime Gayo.”kata Ahmadi.
Persoalan Konflik Satwa tersebut memang menguras perhatian sejumlah pihak, Di Aceh Tengah misalnya WWF telah meminta kepada Bupati Terpilih Drs. Shabela Abubakar untuk menyediakan lahan untuk perlindungan Gajah Liar. (Rel/Z.80)

Komentar

Loading...