DPRK Bener Meriah Minta Pengurangan Tenaga Honorer

IMG_0964

TOSKOMI.COM || Bener Meriah (26/10) Aggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Kabupaten Bener Meriah,Tgk. Usman Yacub minta kepada pemerintah daerah setempat untuk segera merealisasikan pengurangan tenaga honorer dilingkungan pemerintah Kabupaten Bener Meriah.

"Belanja untuk gaji honorer pertahun mencapai 21 miliar lebih, hal itu sanggat berdampak pada keuangan daerah," katanya dalam sidang KUA-PPAS Perubahan tahun anggaran 2017, di ruang sidang kantor DPRK setempat. Rabu 25 Oktober 2017.

Menurutnya, tingginya jumlah tenaga honorer yang ada di Kabupaten Bener Meriah sanggat membebani anggaran. Untuk itu dihadapan Seketaris daerah ( Sekda) Drs Ismarissiska, MM dan Kepala BKPP Ir. Mahmuddin agar pemerintah melaksanakan rasionalisasi tenaga honorer.

Hal senada juga disampikan Wakil Ketua DPRK Bener Meriah Darwinsyah, sangat setuju dengan rasionalisasi tenaga non PNS dilaksanakan, terlebih mengigat gaji kebanyakan dari mereka hanya 200 ribu / bulan, dan itu menurutnya sanggat tidak manusiawi.

"Apabila gaji para honorer mau ditingkatkan sampai satu juta lebih, maka pilihannya harus mengurangi jumlah mereka," ujarnya.

"Mari kita memberikan masukan kepada masyarakat jika bekerja honorer bukanlah pilihan yang utama. Masih banyak pekerjaan yang lebih menjamin masa depan mereka," tambahnya.

Menyikapi hal itu, Sekda Bener Meriah, Drs. Ismarissiska. MM mengatakan, untuk biaya publik dan termasuk gaji honorer pertahun hampir 26 milyar. Untuk itu formasi atau formula apa yang kita lakukan supaya tidak mengecewakan tenaga honorer karena sekarang berbicara kuantitas bukan kualitas.

Lanjutnya, dalam ASN yang diakui hanya dua yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Kontrak dengan Perjanjian Kerja (P3K). Nah disitu disebutkan tidak ada tenaga honorer dan kontrak, jadi telah melanggar PP 48 tahun 2005.

" Tidak ada honorer gaji 200.000, 500.000, atau 750.000. Menurut BPJS Kesehatan mereka diakui apabila pendapatannya 1.750.000, sedangkan UMR propvinsi sebesar 1.700.000 dan kabupaten 1.850.000," cetusnya.

Kepala BKPP Bener Meriah, Ir. Mahmuddin dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan, untuk jumlah tenaga honorer sampai tahun 2017 mencapai 4285 orang, dan tenaga bakti sebanyak 826 orang sedangkan PNS 3509. (Acehnews)

Komentar

Loading...