GmnI dan Korban Kredit Bodong Demo BRI Cabang Takengon

Demo GmnI Aceh Tengah saat melakukan Orasi membela rakyat tertindas

TOSKOMI.COM|| Takengon (19/10/2017) – Pagi yang terasa cukup panas melanda Kota Takengon, puluhan Aparat Kepolisian tampak berdiri di depan Kantor Bank Plat merah BRI Cabang Takengon. Tiba –tiba suasana sedikit mencekam kawasan yang berada di Blang Kolak II tersebut setelah suara megaphone berbunyi dengan teriakan serak-serak basah.

“Merdeka...!!!” Ucap salah seorang aktivis yang meneriakkan selam pembuka aksi unjuk rasa yang dilakukan Puluhan Masyarakat dan didampingi oleh GmnI. Sejenak mata masyarakat sekitar tertuju pada sebuah sepanduk yang diregang oleh para demonstran bertuliskan “BANK BRI PENGHISAP DARAH RAKYAT”.

Pantauan Toskomi.com, dalam aksi tersebut tampak beberapa aktivis silih berganti menyampaikan orasi dihadapan Kepala Cabang BRI, beserta Wakapolres Aceh Tengah, Kompol Warosidi.SH.

Aksi tersebut sempat memanas dikarenakan seorang aktivis merasa telah dipukul oleh Kepala Bank BRI Cabang Takengon yang kemudian diketahui bernama Husein Armansyah. Beberapa aktivis sempat diamankan oleh pihak kepolisian, namun aksi tersebut kemudian berlansung dengan damai.

Aksi berlangsung ditenggarai oleh oknum Febrian Wiryadinata alias febri yang diduga telah menggelapkan Anggunan yang diperoleh febri dengan menipu masyarakat. Tak tanggung tanggung, jumlah 42 Korban Febri tersebut berjumlah 1,2 Milyar Rupiah.

Baca Juga:  Oknum BRI Unit Jagong Tipu Masyarakat Dengan Modus Kredit Bodong

Koordinator aksi, Asra Arisyah Fitra klaim ada kejanggalan yang terjadi di tubuh BRI. Bahwa menurut mereka, Pihak Bank BRI Cabang telah menghukum Febri dengan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ini menujukan bahwa menurut BRI Febri telah melakukan kesalahan yang fatal.

Asra menambahkan, selain Febri Kepala Unit Jagong yang semula juga telah diganti dengan yang baru hal ini menunjukan bahwa ditubuh BRI Unit Jagong telah terjadi skandal/persekongkolan antara Febri dengan pihak-pihak yang punya kebijakan. Hal ini dikuatkan dengan dipecatnya teller dan satpam yang bertugas di BRI Unit Jagong.

Asra juga menjelaskan bahwa aset-aset Febri juga telah dirampas oleh BRI, namun sampai dengan detik ini Anggunan-Anggunan dan Uang kami para korban tidak kunjung dibayar oleh BRI Cabang Takengon.

Masih menurut Asra, Kepala BRI Cabang Takengon tidak punya etikat baik dalam menyelesaikan persoalan antara mereka para korban yang juga sebagai Nasabah Bank BRI Cabang Takengon. Kepala BRI Cabang takengon hanya mengirim orang-orang yang tidak memiliki kebijakan untuk menuntaskan persoalan yang terjadi. Orang-orang yang dikirim juga terkesan hanya menenangkan kami para korban nanum tidak memberikan solusi yang kongkrit sama sekali.

Aktifis tersebut mnuntut BRI Cabang Takengon mengembalikan Sertifikat Hak Atas Tanah yang telah menjadi anggunan penipuan dengan dalih kredit yang diperoleh Febri dari kami masyarakat Korban. Dan menuntut Febri Cs dan BRI Cabang Takengon untuk membayar uang yang telah “dirampok” dari kami masyarakat korban hari ini juga.

Apabila tuntutan tersebut tidak dikabulkan,  para pengunjuk rasa mengancam akan memblokir Bank BRI Cabang Takengon Juga BRI Unit Jagong dan menghimbau kepada seluruh masyarakat Aceh Tengah untuk menarik uang dari Bank BRI. (Z.80)

Komentar

Loading...