Diduga Ilegal, Kampus YPNAD Bener Meriah Akan Dilaporkan

YPNAD Bener Meriah

TOSKOMI.COM|| Redelong (12/10/2017) – Dedi Aramiko, Mahasiwa S1 Keperawatan Yayasan Payung Negeri Negeri Aceh Darussalam (YPNAD) yang beroperasi di Bener Meriah merasa ditipu oleh pihak Yayasan.

Hal itu disampaikan Dedi Aramiko mengungkapkan kepada Toskomi.com di salah satu warung kopi ke Redelong.

Dedi merasa bahwa Modus yang dimainkan oleh pihak Yayasan yang diketuai Drs. H. T. Samsul Bahri dengan membuka kelas jauh di Bener Meriah adalah sebuah tindakan yang ilegal dan bentuk pembohongan kepada Publik.

Yayasan tindak mengindahkan  Permendikbud no. 109 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan pendidikan jarak jauh pada perguruan tinggi.

Ironisnya menurut Dedi, Pihak Yayasan tetap membuka kelas jauh untuk angkatan VIII yang direkrut pada bulan September 2017 lalu.

Dedi membeberkan bahwa rekan-rekanya akan di pindahkan ke Kabupaten Pidie sangat memberatkan mahasiswa. Padahal sejak awal, mereka ingin kuliah di Sekolah Tinggi tersebut karena mengingat Kampus Tersebut dekat dengan rumah mereka.

Sebagaimana diketahui, Kampus tersebut SKM, Kebidanan, dan Keperawatan. Menurut informasi dari orang dalam, hanya SKM yang diakui berada di Bener Meriah dengan agreditas B. Sedangkan jurusan Kebidanan berada di Kabupaten Bireun atas nama YPNAD sedangkan Jurusan Keperawatan sebenarnya diakui di Sigli (Kabupaten Pidie) itupun dengan klaim Yayasan Medika Nurul Islam.

Seseorang mahasiswa yang berpraktek di RSJ Aceh diharuskan menganti logo YPNAD dengan Yayasan Nurul Islam. Kata Dedi.

Menurut Permendukbud No. 109 Tahun 2013 lanjut Dedi, klas jauh hanya boleh dilakukan hanya dengan jarak 40 KM dari kampus induk, hal ini jelas bertentangan dengan fakta yang terjadi.

Atas dasar ini, Dedi berencana akan menggugat YPNAD ke Pengadilan karena merasa telah mengalami kerugian secara materil. Juga kata Dedi, dirinya akan membuat Laporan Ke Polres Bener Meriah atas dugaan penipuan yang telah dilakukan sindikat penjahat dunia Pendidikan tersebut.

Sementara dalam kesempatan berbeda, Drs. H. T. Samsul bahri saat dikonfirmasi tidak ingin berkomentar banyak.

Samsul menceritakan bahwa dirinya sedang menempuh jalur mediasi ke Pemerintah Bener Meriah.

“Saya sedang sibuk. Saat ini saya sedang menyiapkan surat kepada Pemerintah Bener Meriah dan besok saya akan konsultasi Kebanda Aceh” Ujar Samsul.

Dalam kesempatan tersebut meminta kepada semua pihak untuk menahan diri, karena pihaknya telah melakukan upaya terbaik untuk masalah yang dihadapi pihaknya. (Z.80)

Komentar

Loading...