Bekas Kadis Pendidikan Dilantik Menjadi MPD

IMG-20171006-WA0006

TOSKOMI.COM|| Redelong (4/10) - Wakil Bupati Kabupaten Bener Meriah melantik dan mengambil sumpah Darwin MH, SE sebagai Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Bener Meriah di Kantor MPD setempat.

Turut hadir dalam acara pelantikan Ketua MPD Bener Meriah itu Sekretaris daerah Drs. Ismarissiska, MM, Asisten Kesra dan Pemerintahan Setdakab Bener Meriah Drs. Mukhlis, Asisten Ekonomi Pembangunan Abd. Muis, SE, MT, Staf Ahli Bupati Drs. Usmar Sarifuddin, sejumlah kepala SKPK, Kabag Hukum,dan Kabag Humas dan Protokol Setdakab Bener Meriah Sukur, SPd, MPd.

Wabup Abuya Sarkawi dalam arahanya mengharapkan, pelantikan tersebut dapat menyadi penyegaran di lingkungan Kantor Majelis Pendidikan Daerah. “Kami terlebih dahulu menyampaikan selamat kepada Pak Darwin selaku pimpin baru MPD Bener Meriah,”ucap Wabup.

Tgk H. Sarkawi menyampaikan, bahwa Darwin bukanlah orang baru di dunia pendidikan, Darwin yang juga sempat menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah. “beliau adalah orang yang cukup lama didunia pendidikan, tentunya sudah paham tentang ruh serta semangat pendidikan.”kata Abuya.

Dipaparkan orang nomor dua di Kabupaten Bener Meriah itu, ada tengang waktu kekosongan yang cukup lama di MPD Bener Meriah paska mundurnya M. Nasir AK sebagai pimpinan MPD Bener Meriah. “Mengingat pentingnya lembaga ini maka dari awal kami dan pak bupati berdiskusi tentang sosok yang paling tepat untuk menduduki lembaga ini sebagai nahkoda baru, dan sekaligus sebagai patner Dinas Pendidikan, akhirnya setelah berdisikusi yang cukup panjang, sosok yang tepat menduduki jabatan ini adalah pak Darwin, terutama sekali karena beliau mempunyai waktu yang cukup menjadikan lembaga ini sebagai lembaga pemikir pendidikan kedepan, dan dapat memberikan kotribusi dan konsep-konsep untuk kemajuan pendidikan kedepan.”ujar Tgk. H. Sarkawi.

Lebih jauh disampaikan Wabup, bagaimana diketahui bersama, banyak PR besar menunggu di pendidikan Bener Meriah. “Asesmen terbaru belum dilakukan, tapi asesmen dua tahun yang lagu awal Tahun 2016 adalah indicator yang memprihatinkan bagi kita semua, dan itu harus menjadi cambuk mestinya kedepan, bagaimana menata, memperbaiki kualitas pendidikan. Kalau ditingkat guru saja asesmen itu mengkhawatirkan, konon lagi ditingkat peserta didik, itu baru dibidang kalau kita berbicara masalah kemampuan mengikuti, menyerap pelajaran, belum lagi kalau kita kaitkan dengan masalah morallitas, moral anak-anak.”terang Abuya.

Wabup Kabupaten Bener Meriah itu mengatakan, pemerintah tidak mau bermain-main dengan masalah pendidikan. “Kalau anggaran yang tersedia itu dirasa masih kurang, silahkan, kita akan diskusikan, tapi harus terukur hasil-hasil yang kita dapatkan. Pendekatan tidak hanya pendekatan fisik semata, tapi orentasinya harus pendekatan peningkatan mutu, kulaitas pendidikan itu sendiri, apa yang bisa dilakukan, harus dirumuskan bersama-sama.”Demikian Wabup Bener Meriah Tkg. H. Sarkawi.(M.16)

Komentar

Loading...