Internasional Coffee Day, Pemkab Aceh Tengah Lupa Atau Tidak Peduli?

kopi gayo

TOSKOMI.COM|| Takengon (2/10/2017)- Beberapa daerah peringati hari kopi internasional secara berbeda. Pemkot Yogyakarta misalnya berencana akan mengadakan perhelatan Malioboro Coffee Night yang direncanakan akan diselenggarakan besok (3/10/2017).

Kegiatan tersebut dilaksabakan untuk memperingati hari Kopi Internasional yang jatuh kemarin (1/10/2017). Tak tanggung-tanggung pihak panitia menjamin 10 ribu cup untuk para pengunjung sepanjang Malioboro secara gratis.

Sementara Bener Meriah juga telah melakukan acara kecil-kecilan di Komplek Bandara Rembele. Bupati Bener Meriah tampaknya sadar potensi yang dimiliki Daerahnya yang sedang gencar-gencarnya mempromosikan Kopi.

Namun Hal itu tak tampak di Aceh Tengah. Daerah yang menjadi Lumbung Kopi dunia ini tampak tidak melaksanakan kegiatan serupa.

Padahal, pemerintah Aceh Tengah sering mengklaim tengah melakukan promosi kopi. Catatan Toskomi.com di Tahun 2017, Pemkab pernah kunjungi Budapest, Hungaria dalam kegiatan "promosi kopi".

Menurut Ady Ariga salah seorang Barista disalah satu coffee shop di Seputaran Takengon, hal itu sangat memalukan Daerah Penghasil Kopi.

Ady menambahkan, dikota-kota yang notabenya bukan pengahasil kopi justru membuat kegiatan. Sebagai contoh Banda Aceh mengadakan acara barista competition, roaster compotition, cupping, dan lainya.

"Selaku pemain kopi saya merasa sangat iri dengan rekan-rekan saya di luar sana" ungkap ady.

Menurut Ady, Pemkab didaerah lainya sangat jeli melihat peluang yang sangat hebat ini. Menurutnya disaat booming mengenai kopi ini, banyak yang memanfatkan komoditas ini, padahal bukan penghasil kopi.

Ady berharap, pemerintah daerah selanjutnya tidak akan melewatkan momentum hari kopi internasional yang diperingati setiap 1 Oktober. Tujuanya agar mempertegas kepada seluruh buyer di dunia maupun di nasional tentang perhatian serius Pemerintah terhadap komoditas unggulan daerah ini.

Sementara, Di Istana Negara, Presiden Joko Widodo memperingati hari Kopi Internasional dengan mengundang eksportir kopi.

Dalam Pidatonya, Joko Widodo sempat mencontohkan kopi ke Gayo. Namun, disaat Jokowi bertanya kepada undangan, apakah ada yang dari Bener Meriah? Tidak seorangpun diantara hadirin disaat itu yang mengaku. Artinya sudahkah kita merasa hebat bermain kopi?. (Z.80)

Komentar

Loading...