Dituding Intervensi Terhadap Tim 9 dan Bedel Pegasing Untuk Muluskan Satu Calon Reje

Camat Pegasing “Coreng” Muka Bupati dan DPRK

IMG-20170927-WA0001

 TOSKOMI.COM|| Takengon (27/9/2017)- Camat Pegasing dituding tidak indahkan aturan yang dibuat oleh DPRK dan Bupati.

Hal tersebut muncul ketika Camat Pegasing, Muslim, M.Si dituding mengintervensi Pemilihan Reje (Kepala desa- red) yang akan dilaksanakan di Kampung Pegasing.

Menurut sumber berita ini, Muslim, M.Si telah menggunakan jabatanya mencoba mengintervensi tim sembilan untuk memunculkan calon Reje tertentu.

Padahal menurut sumber berita ini, Seorang Calon Reje haruslah seseorang yang telah berdomisi di Kampung tersebut 3 Tahun secara berturut-turut. Ungkapnya yang mencoba mengutip Qanun Aceh Tengah No 4 Tahun 2011 Tentang Pemerintahan Kampung.

Calon Reje yang kemudian diketahui bernama Isnaini menurut telaahan tim 9 merupakan warga Kampung Kute Lintang. sehingga tim 9 haqulyakin untuk tidak meloloskan Isnaini sebagai kandidat Bakal Calon Reje.

Ternyata menurutnya, diluar itu Isnaini mungkin telah bermain mata dengan Camat Pegasing untuk memuluskan Isnani dengan cara mengintervensi Tim 9 dan Banta Kecamatan Pegasing dan mengenyampingkan ketentuan Qanun Aceh Tengah No 4 Tahun 2011.

“coba bayangkan ditingkat Pemilihan Reje saja ada praktek curang, bagaimana mau maju daerah ini” ucapnya.

Atas dasar keterangan dari Sumber berita ini, Toskomi.com pertama menghubungi Banta Kampung Pegasing Irwansyah MS. Irwansyah membeberkan bahwa dirinya pernah dipanggil oleh Camat Pegasing ke kantornya untuk memecahkan masalah ini, namun dirinya dan tim 9 sepakat untuk tidak menerima Isnaini karena menurutnya bertentangan dengan Qanun Aceh Tengah No 4 Tahun 2011.

Irwansyah MS belum berani menilai apakah tindakan Camat tersebut adalah bentuk  mengintervensi dirinya dan Tim 9, ataupun tindakan lainya.  namun Banta Pegasing tersebut berjanji akan menjunjung tinggi aturan yang telah ditetapkan Pemkab Aceh Tengah.

Irwansyah MS juga membenarkan bahwa Isnaini tercatat sengai warga Kute Lintang . sehingga ia menguatkan tidak bisa “meneken” berkas Isnaini untuk keabsahanya dalam bursa calon Reje Kampung Pegasing.

“Satu sisi menurut Irwan, Jika tidak terima ada marah sementara ketika diterima saya dituduh telah menerima suap dari Isnaini. Persis seperti buah simalakama pengakuan Banta Tersebut.

Sementara Ketua Tim 9 yang diketuai Aidi Aslam sampai berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi.

Dilain Pihak Asnaini yang bersetatus Petahana saat dimintai keterangan terkait masalah ini mengaku sangat kecewa atas tindakan Banta Kampung Pegasing yang tidak meneken surat domisi miliknya.

Isnaini mengaku langsung menemui Camat Pegasing untuk memecahkan masalah tersebut. Benar saja, Isnaini ternyata mengaku mendapat restu dari Camat Pegasing dengan celah hukum Putusan MK yang menyatakan “Calon Kepala Desa, tidak mesti warga Desa setempat”.

Namun Isnaini saat diwawancarai Toskomi.com tidak bisa menunjukan Nomor Putusan Mahakah Konstitusi yang ia maksud.

Isnaini mengaku dirinya terdaftar di Kampung Pegasing, dan Juga Terdaftar di Kampung Kute Lintang. Tentunya hal ini sangat mengherankan apakah mungkin seorang warga negara dengan identitas yang sama namun memiliki domisili ganda?

Isnaini mengaku bahwa hal itu disebabkan karena jarak antara Kampung Pegasing dan Kute Lintang sangat dekat, dan dirinya mengaku bahwa Kampung Pegasing merupakan pemekaran dari Kampung Kute Lintang sendiri.

Camat Tidak Ditempat, Staff Enggan Memberi Nomor HP

Sementara sejak berita ini diturunkan, Camat Pegasing Muslim, M.Si belum berhasil dikonformasi. Saat Toskomi.com menyambangi ke kantor Camat, dirinya tidak ada ditempat.

“bapak sedang keluar, ada acara di Kampung Lelumu, dari media mana? Ujar salah seorang staff dikantor tersebut.

Staff sersebut menyarankan untuk menunggu Pak Camat, saat Toskomi.com meminta nomor telefon yang Pak Camat gunakan, Staff tersebut enggan memberikan dengan sejuta alasan. (Z.80)

 

 

 

Komentar

Loading...