2 pasal di cabut anggota DPR RI dan DPD Jadi Bisu

Anggota DPR RI asal Aceh Lebih Mikir Kepentingan Partai dari Pada Nasip Rakyat Aceh

Pengamat dr taufik arahim

TOSKOMI.COM || BANDA ACEH (27/7)  Pengamat politik, Dr Taufik A Rahim Phd mengatakan bahwa selama ini anggota  DPR RI asal Aceh belum mampu mengatasi berbagai persoalan Aceh ditingkat pusat seperti pencabutan pasal-pasal dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) melalui Undang-Undang Pemilu.

Kedua pasal yang telah dicabut tersebut mengatur tentang keanggotaan dan masa kerja Komisi Independen Pemilihan (KIP) dan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh.

Taufik menilai ke 13 anggota  DPR RIasal Aceh lebih memilih membela kepentingan partainya ketimbang membela daerah ketika berbenturan dengan masalah.

“Dari 13 anggota DPR-RI asal Aceh, hanya 10 persen yang menolak Undang-Undang Pemilu yang baru disahkan, itupun abai dan tidak berdaya serta hanya berada posisi ‘subordinate politik’, tidak mampu berbuat banyak terhadap kekhususan Aceh,” katanya, Selasa (25/7/2017).

Menurutnya, anggota  DPR RI asal Aceh belum mampu mengatasi persoalan politik Aceh ditingkat nasional. Partai politik nasional, katanya, pasti menyuarakan kepentingan nasional.

“Mereka pasti memperjuangkan kepentingan politik partainya dan kekuasaan partai serta kelompok kekuasaannya,” ujarnya. (Tribunnews)

 

Komentar

Loading...