GeRAK Gayo Menduga Kalapas Kelas IIB Takengon Main Mata Dengan Bandar Narkoba

Aramiko Aritonang GeRAK Gayo

TOSKOMI.COM|| Takengon (26/7/2017) Terkait dengan temuan Polres Aceh Tengah mengenai peredaran narkoba jenis Shabu di Lembaga Permasyaratan kelas IIB Takengon beberapa waktu yang lalu, Gerakan Anti Korupsi (GeRAK Gayo) mempertanyakan kinerja Lapas tersebut.

Menurut Ketua GeRAK Gayo, Aramiko Aritonang, S. Sos masuknya barang haram tersebut di Lembaga Permasyarakatan tersebut merupakan keteledoran petugas lapas.

Tidak hanya itu,  menurut catatan GeRAK Gayo Narapidana yang telah di Vonis oleh hakim sering keluar masuk dari lapas tersebut.

Bahkan pernah narapidana yang seharusnya menjalani hukuman malahan bebas keluar masuk dari lapas tersebut dan bahkan tertangkap lagi oleh aparat penegak hukum.

Aramiko menuturkan bahwa sempat masyarakat Kampung Mutiara Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah melaporkan sebuah penangkapan Kasus Narkoba yang terjadi pada April 2017 lalu atas nama ID (inisial) Alias D yang juga merupakan Narapidana yang ditahan di Lapas Kelas IIB Takengon.

Menurutnya, Temuan Polres Aceh Tengah terkait beredarnya Shabu seberat  21,6 gram menambah keyakinanya bahwa ada permainan Kalapas tersebut dengan narapidana narkoba.

Untuk itu menurut Aramiko, Menteri Hukum dan HAM harus segera mencopot Kalapas IIB Takengon Said Syahrul dari jabatanya.

Apa yang dilakukan oleh Kalapas menambah citra buruk Lembaga Permasyarakatan di negeri ini, sehingga apa yang dilakukan oleh kalapas bertentangan dengan tujuan dari Presiden Joko Widodo untuk memerangi Narkoba.(Tim)

 

 

 

 

 

 

Komentar

Loading...