Juanda Bernyanyi: Rusli M Saleh dan Mantan Kasat Reskrim Polres BM Terima Aliran Dana

Mantan Plt Bupati Bener Meriah Dalam Pusaran Korupsi RTLH

Rusli M Saleh

TOSKOMI.COM|| Banda Aceh (16/7/2017) Setelah jatuh tertimpa tangga dikejar anjing pula. Begitulah kata yang pantas mengambarkan kasus korupsi yang terjadi di Kabupaten Kaki burni telong tersebut.

Mantan Plt Bupati Bener Meriah Drs. Rusli M Saleh disebut sebagai pihak penerima aliran dana RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) tahun anggaran 2013 sebesar Rp 1,9 miliar yang menyeret mantan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bener Meriah, Juanda.

Juanda akhirnya bernyani soal kasus yang menyeret dirinya pada Sidang yang digelar Pengadilan Tipikor Banda Aceh dengan agenda pembacaan Pledoi.

Pelaksanaan rehab RTLH menurut Juanda selesai pada desember 2013. namun dirinya hanya mendapatkan laporan 41 unit rumah dari pihak komite, sedangkan sisanya tidak diketahui, karena sampai saat ini tidak ada laporan.

Juanda mengungkap uang diserahkan di pendopo Bupati Bener Meriah, Kamis 22 September 2016, setelah dirinya dihubungi Rusli. Saat itu ia tengah mengikuti Sosialisasi Pengisian LHKPN di Banda Aceh yang berlangsung 20-21 September 2016, diminta kembali.

"Awalnya saya dihubungi Roni, (ajudan wakil bupati) kemudian HP diserahkan ke Rusli. Dia minta saya kembali karena ada urusan dengan orang polres. Tiba di Bener Meriah usai melaksanakan salat magrib saya langsung menemui bupati di pendopo yang ramai dihadiri tamu deklarasi pencalonan Rusli dalam pilkada," jelas Juanda.

Juanda juga menyebut, kasus RTLH mencuat karena dirinya tidak melayani permintaan uang yang kembali dilakukan oknum kepolisian Bener Meriah yang mendatanginya pada 22-23 Februari 2015. Uang senilai Rp 200 juta yang diminta kepadanya sebagai jaminan agar kasus RTLH ditutup atau tidak dilanjutkan.

“Agusriadi datang kepada saya katanya atas perintah Kasatreskrim Kristanto Situmeang dan Kanit Hutapea, tapi tidak saya tanggapi karena mengganggap oknum ini melanggar seragam kebesarannya,” ujar Juanda.

Namun lanjut Juanda, dua hari berselang Polres Bener Meriah menggelar jumpa pers dan menyebut dirinya sebagai calon tersangka. Dalam pledoi Juanda juga membantah keterangan terdakwa II Jawahardy (PPTK) dan terdakwa III, Zahirianto selaku bendahara, yang menyebut penggunaan dana yang tidak sesuai peruntukan atas persetujuan Juanda.

Sidang yang berakhir pukul 20.30 Wib Jumat malam tersebut ditutup usai Jawahardy dan Zahirianto serta pengacara keduannya, Hamidah SH membaca pledoi secara bergantian. Sidang kembali digelar pecan depan dengan agenda sanggahan jaksa atas pledoi terdakwa

Sidang yang digelar yang digelar bersamaan dengan lengsernya Rusli M Saleh di tampuk pimpinanya tersebut Jum’at (14/7/2017).

Nyanyian Juanda merupakan fakta persidangan yang harus direkomendasikan oleh Majelis Hakim untuk dilakukan penyidikan. Dan kalau nyanyian Juanda benar, Artinya banyak kasus yang sudah di “86” oleh jajaran oknum penegak hukum Kabupaten Bener Meriah di kala itu.

Dan yang publik menunggu fakta persidangan tersebut apakah tidak ditindak lanjuti oleh majelis hakim sehingga Mantan Plt Bener Meriah, Rusli M Saleh akan terkena dampak dari kasus tersebut atau bagaimana?. (Tim)

 

Komentar

Loading...