Terkait 4 RTLH Di Kampung Mongal

Baitul Mal Aceh Tengah “Buang Badan”

rumah tidak layak huni di kabupaten aceh tengah

TOSKOMI.COM|| Takengon - (13/7/2017)- Kepala Bagian pendistribusian lewat Kepala Sub Bagian pendayagunaan dan pembagunan harta agama produktif Baitul Mal Aceh Tengah, Iwan Fajri lewat siaran persnya angkat bicara mengenai pemberitaan tentang Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang berada di Kampung Mongal, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah.

Iwan Menjelaskan mekanisme pelaporan RTLH sebelum ke Baitul Mal harus melewati proses melaporkan ke Imam kampung setempat. hal ini dilakaukan karena menurutnya Keputusan Tertinggi pada Musyawarah Tingkat Kampung.

 

Baca:  Bukti Pak Nas Gagal Menghalau Kemiskinan

 

"Alhamdulillah pembangunan rumah duafa "tidak layak huni" telah berjalan dan sebahagian sedang dalam tahap penyelesaian administrasi" Pungkas Iwan Fajri.

Iwan Fajri menjelaskan, syarat pembangunan rumah duafa tidak layak huni oleh baitul mal aceh tengah adalah terdata sebagai mustahiq zakat di kampung (melalui imam kampung), rumah yang di tempati benar-benar tidak layak huni, memiliki surat tanah atau sejenisnya atas nama yang bersangkutan. (tujuan agar ketika sudah di bangun rumah tersebut tidak di tinggalkan atau di jual).

Iwan juga menerangkan bahwa RTLH yang berada di Kampung Mongal tersebut belum mengantongi persetujuan dari imam kampung setempat.

"imam kampung setempat tidak pernah menetapkan yang bersangkutan sebagai mustahiq zakat makanya keadaannya tidak bisa di bantu" Tambah Iwan.

Iwan juga meminta pihak media Toskomi.com jangan menyimpulkan fakta-fakta yang belum diteliti terlebih dahulu. Sembari memamerkan dokumentasi belasan RTLH yang sudah dibantu oleh Baitul Mall. (Iwan Fajri/Z.80)

 

Baca Juga: Masih Ada Warga Aceh Tengah Tinggal Di Gubuk, Bupati Dan DPRK Aceh Tengah Buta Mata Hatinya

 

 

 

 

Komentar

Loading...