Adam Muhklis Meradang….!

Tim Adam Muhklis Bantah Ada Perjanjian Dengan Adly Tjalok

IMG_7161

TOSKOMI.COM || Aceh Tengah (11/7) Konflik internal partai lokal yaitu partai aceh (PA) antara Adam Mukhlis Arifin dan Adly Tjalok kembali terkuak ke publik.

Hal ini di tengarai dari konflik internal yang mana masing masing kandidat mengklaim mendapat suara terbanyak pada hasil pemilihan legislatif yang lalu.

Sarbinari atau akrab di sapa Mangki mengungkapkan bahwa Adly Tjalok lebih unggul memperoleh suara pada hasil perhitungan legislatif yang lalu tahun 2014, atas pernyataan tersebut Ketua tim Adam Muhklis meminta Sarbinari bertanggung jawab atas statemenya tersebut.

Budiman menjelaskan bahwa mereka Tim Adam Muhklis masih menyimpan Form C1, “Kalau memang ada, silahkan buktikan karena saya juga masih memegang Form C1. Jadi jangan asal mengeluarkan statemen yang seakan-akan benar adanya," ungkap Budiman, sebagai Ketua Tim Pemenangan Adam Mukhlis Arifin di Pileg 2014 lalu, Selasa, 11 Juli 2017.

BACA : Akhirnya Adam Muhklis Arifi  Di PAW Mualem

Adam Mukhlis Arifin telah sah ditetapkan sebagai peraih suara terbanyak dalam Pileg 2014. Penetapan itu dilakukan melalui rapat pleno Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Tengah dan Bener Meriah tahun 2014 yang lalu.

Terkait perjanjian masa jabatan antara Adam Muhklis dan Adly Tjalok untuk duduk di DPRA ini juga harus kami luruskan, bahwa tidak ada perjanjian apapun antara Adam Muhklis dan Adly Tjalok terkait hasil Pileg Tahun2014.

Adam Muhklis hingga saat inj juga tidak ada menerima sepucuk surat apapun terkait pergantian antar waktu (PAW), dari DPP Partai Aceh.

Budiman menantang ucapan Sarbinari yang mengatakan bahwa ada surat yang di tanda tangani oleh Adam Muhklis terkait jabatan dua tahun setengah dan kemudian di sisa jabatan dua tahun setngah di jabati oleh Adly Tjalok. “Coba Tunjukan Kepublik mana surat perjanjian nya...? Biar publik mengetahui semua, jangan mengada ngada untuk mendapatkan jabatan, ungkap Budiman.

Sarbinari menjelaskan bahwa Waktu itu kami mau gugat ke Mahkamah Konstitusi, naman keinginan kami di mediasi oleh DPA PA Pusat sehingga diselesaikan secara damai, atas Musyawarah tersebut dan akhirnya lahirlah kesepakatan agar kursi DPRA dijabat paruh waktu oleh Adam Mukhlis Arifin, dan kemudian digantikan oleh Adly Tjalok.

Sarbinari juga menjelaskan telah mengusulkan PAW Adam Mukhlis ke DPA PA Pusat sebanyak dua kali. Namun usulan itu baru ditindaklanjuti pada pengajuan terakhir.

Lanjut Sarbinari alias Mangki yang juga merupakan anggota DPRK Bener Meriah ini bahwa Adam Mukhlis Arifin ini selama duduk di DPRA tidak pernah berkomunikasi pengurus di DPW KPA/PA Bener Meriah, tutup Sarbinari. (D23)

Komentar

Loading...