keluarga ini tinggal dirumah berukuran 4 x 4 Meter tidak ada aliran listrik, atap rumah hanya dari tepas, ketika hujan deras datang airnya mengalir sampai membasahi isi dalam rumah

Masih Ada Warga Aceh Tengah Tinggal Di Gubuk, Bupati Dan DPRK Aceh Tengah Buta Mata Hatinya

rumah tidak layak huni di kabupaten aceh tengah

TOSKOMI.COM || Aceh Tengah (11/7) Sehari hari hanya bekerja sebagai penarik becak di kota takengon tidak membuat nurdin (34) menyerah untuk terus dapat bertahan hidup menghidupi istri dan dua orang anaknya, tinggal dirumah yang hanya beratap terpal bekas jemuran kopi, berdinding tepas di tempel tempel dengan karung, tidak membuat keluarga ini putus asa atas apa yang allah takdirkan kepada mereka.

Mirda (32) istri nurdin yang hanya sebagai pekerja tukang DP di pabrik kopi tidak bisa berbuat banyak untuk mengisi dapur agar tetap berasap, menghidupi suami dan anaknya evian danil dan indah sari, mereka makan sealakadarnya, jarang sekali kami makan ikan bang kecuali suami yang bawa ketika pulang narik becak ungkap mirda kepada tim investigasi Toskomi.com

keluarga ini tinggal dirumah berukuran 4 x 4 Meter tidak ada aliran listrik, atap rumah hanya dari tepas, ketika hujan deras datang airnya mengalir sampai membasahi isi dalam rumah termasuk tempat tidur tempat dimana mereka beristirahat dan berbagi cerita tentang kerja mereka hari ini.

kepada toskomi.com mirda mengatakan gaji dari hasil dia DP kopi di pabrik akan dibelinya beras, sayur, gula, minyak juga seng agar rumahnya tidak basah ketika hujan datang, jika angin kencang rumahnya goyang kerap kali anak laki lakinya sakit masuk angin menahan dinginya malam, pantas saja mereka tinggal di lokasi perkebunan warga di desa mongal dusun I kecamatan bebesen.

Hidup selama empat tahun di rumah gubuk sangat menyiksa keluarga ini, rumahnya tidak ada kamar mandi, kalau ingin buang hajat mereka terpaksa secara darurat, pergi kebelakang rumah di kebun kebun dengan cari menanam nya,

yang lebih membuat hati menangis ketika wartawan toskomi.com masuk ke dalam rumah mirda ketika itu anak laki lakinya minta makan, mirda hanya memberinya dengan air garam,

Kabupaten yang anggaran pendapatan belanja kabupaten ( APBK ) setiap tahunya   Rp. 1,6 Triliun lebih ini ternyata masih mempunyai warga yang hidup di gubuk, miris sekali dimana pejabat di kabupaten aceh tengah berlomba lomba membuat rumah mewah dan pelesiran ke luar negeri, tanpa melihat rakyat yang berjuang habis habisan untuk bertahan hidup. jauh dari kata sejahtera.

masyarakat bisa menilai sendiri hampir semua pejabat diaceh tengah mempunyai rumah mewah dan berkelas, bahkan ada kolam di depan rumahnya, tidak kah terketuk hati mereka melihat kondisi rakyatnya seperti kelurga nurdin ini.

10 tahun bupati aceh tengah menjabat harusnya masalah seperti ini sudah teratasi, tapi inilah kenyataanya yang dapat kita lihat dengan mata kepala, begitu juga para wakil rakyat di gedung DPRK Aceh Tengah, sibuk mengurusi urusan pribadi hingga kejadian ini luput dari penglihatan mereka, ataukah mereka memang sudah buta matanya  dan hatinya (Tim Toskomi.com)

Komentar

Loading...