Isteri Bupati dan Dokter Hewan Ikut di Boyong Bupati Aceh Tengah Acara Expo Kopi….?

Miko MT : Bupati Nebeng Acara Odong Odong WCE yang berlangsung di Hungaria

Kahiri TM Anak Petani Kopi, Aleng

TOSKOMI.COM || Banda Aceh (17/6). Kahiri Tuah Miko merasa sangat curiga dengan acara yang di ikuti pemda aceh tengah di Hugaria dalam event World of Coffee Expo yang berlangsung di Budapest-Hungaria, 13 - 15 Juni 2017.

Hal ini menjadi kecurigaan lantaran dari beberapa berita yang di rilis dibeberapa media online dengan gambar yang sama dan gambar dalam berita terkait kegiatan World of Coffee Expo tersebut sangat tidak relevan dengan kegiatan kopi tersebut. Sebut Miko yang juga sebagai pemerhati kopi arabika gayo

Miko Menjelaskan, Dari sekian banyak gambar kegiatan yang di ikuti oleh bupati aceh tengah dan beberapa koperasi kopi tersebut tidak menceritakan banyak kegiatan yang kita bayangkan seperti kegitan Expo skala international.

Seperti berita, Baca : "pegusaha muda bertemu 21 bisnis importir kopi dalam sehari", namun kita melihat dari gambar yang ada hanya foto orang gayo saja tidak ada 21 pebisnis atau buyer kopi. ini adalah bentuk pembodohan pemerintah terhadap rakyat nya sendiri.

Sehingga ada kesan kegiatan ini di besar besarkan dan di hiperbolkan, agar masyarakat gayo yakin dengan kegiatan yang kita kira itu hanya kegiatan odong odong alias tidak memberikan dampak yang signifikan terhapap petani kopi gayo itu sendiri. Pungkas Miko 

Miko Menambahkan, Petani kopi selalu menjadi alat jualan bagi oknum pejabat dan pengusaha kopi, dan kalau kita mau jujur apa yang di sudah diberikan pengusaha kopi dari hasil penjualan kepada petani kopi kita...? dan kita juga mau tau sejauh mana kebijakan pemerintah yang di tuangkan dalam APBK yang mendorong petani kopi agar kebun kebun kopi petani dapat berkembang.

Dan klaim oleh Pemkab Aceh Tengah yang mengatakan bahwa kehadiran pemkab sudah mengenalkan kopi gayo ke eropa adalah omong kosong, pemkab aceh tengah sudah terlambat berbicara atau perduli dengan masadepan kopi gayo, ini terbukti dengan masa jabatan bupati aceh tengah yang hampir 13 tahun tidak ada satupun kebijakan pemkab aceh tengah yang serius dengan masa depan kopi gayo, kalau memang ada kebijakan bupati yang perduli dengan masa depan petani tolong tunjukan ke publik biar kami nilai hasil kinerja bupati di penghujung masa jabatanya.

Petani kopi adalah pahlan dan donatur bagi Pemerintah daerah dalam hal ini bupati aceh tengah yang berangkat bersama keluarganya (Isterinya) dan beberapa kadis yang sama sekali tak paham dengan kopi tapi juga di berangkatkan dengan uang petani kopi. Tutup Khairi Tuah Miko Aktivis Petani Kopi.

Lanjut Miko, Petani kopi adalah pahlawan bagi pengusaha pengusaha kopi / koprasi kopi yang seacara tidak langsung biaya keberangkatan mereka setiap keluar negeri itu adalah dari hasil keringat keringat petani kopi yang bekerja dari pagi hingga sore, lagi lagi apa yang mereka berikan terhadap petani kopi kita saat ini...? mungkin ada, tapi tidak seperti yang kita harapkan.

Kami menghimbau kepada petani kopi agar lebih waspada terhadap program pemerintah dan pengusaha kopi/oknum oknum koperasi yang selalu menjual bren petani kopi gayo demi untuk mendaptakan keuntungan kelompok atau pribadi semata. tutup Khairi Tuah Miko Aktivis Petani Kopi ini.(D23)

Komentar

Loading...