Peternak Tinggal Satu Atap Dengan Sapinya

PKN Menilai Program Pak Nas Ketapang III Tidak Manusiawi

PKN

TOSKOMI.COM|| Takengon (10/6/2017).  Beberapa Peternak Sapi kampung Mungkur, Kecamatan Linge harus rela tidur bersama sapi mereka akibat belum ada rumah.

Hal itu disampaikan Lsm Pemantau Keuangan Negara, Yaser Arafat kepada toskomi. menurut Yaser, para peternak tersebut harus rela menetap bersama sapi yang diserahkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.

Tidak tangung menurut Yaser, bahkan ada 3 Kepala keluarga yang mendiami kandang tersebut dan  lebih dari 6 (enam) bulan demi untuk menghidupi seekor sapi  miliknya.

TOSKOMI.COM|| Takengon (10/6/2017).  Beberapa Peternak Sapi kampung Mungkur, Kecamatan Linge harus rela tidur bersama sapi mereka akibat belum ada rumah.

Hal itu disampaikan Lsm Pemantau Keuangan Negara, Yaser Arafat kepada toskomi. menurut Yaser, para peternak tersebut harus rela menetap bersama sapi yang diserahkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.

Tidak tangung menurut Yaser, bahkan ada 3 Kepala keluarga yang mendiami kandang tersebut dan  lebih dari 6 (enam) bulan demi untuk menghidupi seekor sapi  miliknya.

Menurut Yaser, Mereka tinggal satu atap dengan Sapi peliharaan mereka, dan hanya berbataskan selembar papan dan karung beras yang telah dikerat dua.

Menurut Yaser, program Ketapang III dibandingkan Ketapang I dan Ketapang II yang sangat hancur. Namun, Yaser kecena terhadap kebijakan yang tidak manusiawi tersrebut.

Bayangkan, seorang harus tidur dengan sapi peliharaanya. Yaser menuding Bupati dan DPRK Aceh Tengah salah dalam menyusun program Ketapang III yang tidak manusiawi tersebut. Padahal menurutnya, Program Ketapang I dan II diberikan rumah kepada para peternak, namun lokasi yang disediakan tidak memiliki air yang cukup.

Selain kebutuhan perumahan yang tidak tersedia, PKN juga menilai mushala untuk kawasan tersebut juga belum ada, segingga untuk ibadah juga sangat sulit.

Oleh karena itu, Yaser Arafat anggap bupati hanya goyang-goyang kaki, dan tidak memikirkan rakyatnya. Hal tersebut tak ubahnya Anggota DPRK Aceh Tengah yang hanya memperkaya diri, hanya mengurusi hasrat politik, dan tidak mementingkan kepentingan Rakyat Aceh Tengah.

Yaser Arafat juga menilai, Bupati dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten harus melihat kondisi dilapangan sebelum membuat sebuah kebijakan. agar menurutnya, kebijakan tersebut berhasil untuk mendongkak perekonomian Masyarakat Aceh Tengah khususnya peternak sapi. (Z.80)

Komentar

Loading...