Nova Jamin 100 % Tak Ada Diskriminasi Untuk Gayo, Aramiko Sampaikan Permohonan Maaf Ke Irwandi

Aramiko Aritonang GeRAK Gayo

TOSKOMI.COM || Takengon (10/6) Terkait kisruh polemik tim Ad-Hoc RPJM yang di sinyalir tidak mengakomodir tokoh tokoh cendikia dari wilayah tengah khusunya gayo, Aramiko Aritonang Aktivis dari gayo sampaikan permohonan maaf.

Baca : Irwandi Yusuf Mulai Pikun dan Picik, Tim RPJM Irwandi - Nova Tak Mengakomodir Tokoh Wilayah Tengah

"Terkait statemen saya beberapa hari belakangan ini yang mengatakan bahwa Irwandi Yusup pikun dan picik adalah akibat miskomunikasi antara rakyat dan pemimpinnya".

Berdasarkan berita kalrifikasi yang di muat oleh Nova Iriansyah bahwa tidak benar bila Irwandi akan mediskriminasi masyarakat gayo. atas dasar itu pula permohonan maaf ini saya sampaikan kepada pak Irwandi Yusuf.

Saya Atas nama Aramiko Aritonang menyampaikan permohonan maaf saya kepada bapak Gubernur terpilih yaitu Irwandi Yusup atas prasangka buruk saya terhadap beliau yang mengatakan Pikun dan Picik terkait kisruh tim Ad-hoc RPJM yang sempat menjadi polemik di kalangan masyarakat aceh dan khususnya masyarakat wilayah tengah Gayo.

Saya Pribadi juga tidak bermaksud mengatakan bahwa bapak Irwandi Yusuf “pikun”dan “picik” seperti yang diartikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, namun hal tersebut merupakan sebuah ungkapan kegelisiahan tentang representasi politik yang tidak imbang antara Ketiga Wilayah di Aceh Khususnya Gayo.

Saya pribadi menyambut baik jaminan bapak Nova Iriansyah yang menyatakan bahwa 100 % pak Irwandi tak Akan melupakan jasa masyarakat Gayo.

Tentu kami tidak ingin seperti pengalaman yang sudah sudah, atas dasar pengalaman itu pula kami sangat kawatir dengan setiap kebijakan yang di keluarkan oleh Irwandi - Nova.

Saya pribadi beserta teman teman tetap terus mengawal segala kebijakan Irwandi - Nova  lima tahun kedepan, tidak menutup kemungkinan kami akan berteriak lantang manakala kami merasa tidak mendapatkan perlakukan adil dari pemimpin kami nantinya, karena kami siap dukung dan siap mengawasi. tutup Aramiko Aritonang

Komentar

Loading...