Diduga masih banyak sapi mati yang belum terungkap…?

36 Sapi Bantuan Mati Mendadak, Diduga drh.Rahmandi Korupsi Pengadaan Sapi Bali 2.3 Milyar

Sapi Yang Di Bagikan Dinas Perternakan RAHMANDI Mati Mendadak

TOSKOMI.COM || Aceh Tengah (7/6) Tim PKN aceh tengah saat ini sedang mendalami temuan dugaan tindak pidana korupsi di dinas perternakan kabupaten aceh tengah di bawah tanggungjawab drh.Rahmandi.

Tim PKN Aceh Tengah Sedang Mendalami Dana Otsus 2.3 milyar di satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK) dinas perternakan kabupaten aceh tengah.

Bermula dari laporan masyarakat atas terjadinya kematian pengadaan bibit sapi bali yang ada dikampung mungkur kecamatan linge kabupaten aceh tengah, dana bersumber dari anggaran otsus  tahun 2016 dan tanggal pelaksanaan 07 April 2016 sampai dengan 4 Agustus 2016.

Namun dalam hal ini hasil temuan dan hasil investigasi kepada masyarakat bahwa sapi tersebut mati sekitar 36 ekor dari 5 kelompok petani yang diketuai oleh saudara Aji Reje , Hasbolah, Genap A. Ila, Sudarman dan Jaynudin ,masing - masing kelompok 1 2 3 4 & 5.

Untuk kecamatan linge kampung mungkur sendiri sebanyak 28 ekor sapi bali mati secara mendadak, sebagian baru satu hari di terima sapi lang mati.

Sedangkan 3 kelompok lagi berasal dari daerah kecamatan jagung yang berdomisili di jagung dan memakai lahan kecamatan jagung untuk berternak dan juga ada 8 ekor sapi bantuan yang mati mendadak belum diketahui penyebab kematiaan sapi tersebut namun disinyalir sapi tersebut mati akibat tidak suai spesifikasi pengadaan.

Menurut hasil temuan di lapangan dan menurut keterangan dari masing masing ketua kelompok bahwa sapi bantuan tersebut mengalami kematian dikarenakan ada sebagaian dalam keadaan sakit dan yang lebih menakjubkan lagi sapi yang dibagi kepada kampung mungkur umurnya  tidak sesuai spesifikasi nilai kontrak.

Seterusnya Tim PKN Aceh Tengah yang mempertanyakan jumlah sapi dan spesifikasi kepada masyarakat yang menerima bantuan tetapi masyarakat kebanyakan mengeluh dengan pengadaan sapi yang kurang memuaskan tersebut, sedangkan nilai kontrak sebesar Rp 2.374.700. 000 selanjutnya tim PKN masih mendalami kasus pengadaan bibit sapi tersebut. (D23)

Komentar

Loading...