Direktur PDAM, M.Daud Pembohong…?

PDAM Tirta Tawar Aceh Tengah, Lintah Darat Berkedok BUMD

M.DAud

TOSKOMI.COM|| Takengon (6/6/2017) – Indoensia  Tanah Airku, Tapi Tanah enggak punya –airpun harus dibeli. Mungkin itu yang sedang dihadapi oleh Nanda dan Nova Mutiara untuk menggambarkan saat ini konddisinya.

Nanda (28), seorang warga Kampung Kute Asal, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah mengeluhkan tagihan selangit yang ditetapkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tawar sedangkan pelayanan yang didapatnya sangat buruk.

Selain air yang disalurkan PDAM Tirta Tawar belum layak minum, karena masih bercampur lumpur dan berbau agak amis. Juga air tersebut keseringan macet.

Iwan menambahkan air PDAM juga sering macet, matinya sampai 12 Jam lebih bahkan diwaktu yang sangat penting seperti di waktu magrib.

Keadaan tersebut juga tidak hanya memusingkan Iwan. Nova Mutiara (40) Ibu rumah Tangga yang berkediaman di Seputaran Kute Ni Reje juga mengeluhkan hal yang sama.

“air sering mati bang, susah kalau mau nyuci (mencuci-red) baju sambil menggelengkan kepala” Ujar Nova.

Lebih lanjut menurut Nova dirinya pernah membayar tagihan sampai 600 ribu rupiah dalam satu bulan. Tentunya dengan tagihan selangit tersebut membuat Nova sangat tercekik. Dengan penghasilan suaminya yang bekerja sebagai Karyawan Hononer di salah satu Instansi pemerintah, tagihan tersebut yang mencapai hampir 90% dari penghasilan suaminya.

Selain itu banyak warga kota takengon yang tinggal di seputar danau lut tawar mengeluhkan hal yang sama, masyarakat takengon berharap kedepan masalah air di takengon ini bisa dibenahi. Sampai berita ini di turunkan toskomi.com belum berhasil menghubungi direktur PDAM tirta tawar.

Direktur PDAM Tirta Tawar, M. Daud saat dikonfirmasi merespon persoalan ini dengan sikap yang sangat dingin. M.Daud menjelaskan bahwa Perusahaan yang sampai saat ini dipimpinya tidak memiliki pelanggan di Kampung Kute Asal seperti yang dikeluhkan Nanda.

Direktur yang berlagat Ala koboy tersebut juga dengan nada setengah agak marah menyebutkan bahwa mengenai tarif itu urusan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tengah menjawab persoalan yang sedang dihadapi oleh Nova Mutiara.

Daud seperti mencoba sembunyi dari kesalahan yang telah dihadapi oleh perusahaan yang saat ini dipimpinnya. Padahal, Air bersih merupakan pelayanan Dasar terhadap rakyat. Menunjukkan mental bukan sebagai pelayan, namun pejabat yang harus dilayani layaknya sultan-sultan di negeri negeri yang makmur. (SD.16/Z.80)

Komentar

Loading...