Kehadiran PANSUS DPRA Semakin Membuat Rakin Koruptor Berbuat “JAHAT”

DPRA Dapil IV “Antara Selfie dan Kinerja”

DPRA lagi Selfie

TOSKOMI.COM|| Takengon (6/6/2017) - Keenam anggota DPRA yang baru saja tampil di Gayo ternyata tidak mendapatkan perhatian serius dari masyarakat. Betapa tidak, Anggota Dewan yang seharusnya memiliki fungsi Legislasi, Pengawasan, dan anggaran terlihat selfie di gedung rumah sakit yang sudah 5 tahun berdiri goyah dengan rangka tembok.

Keenam anggota DPRA tersebut secara berurutan bernama Ibramsyah, Bardan Sahidi, Alaidin Abu Abas, Adam Mukhlis, Ismaniar, Ramadhana Lubis. Datang secara bersamaan ke-Gayo hanya sebagai upaya pencitraan.

Tidak banyak yang mereka lakukan sebagai anggota DPRA terhadap Daerah Pemilihan (Dapil) mereka Kabupaten Aceh Tengah Bener Meriah. Salah satu contoh misalnya Lahirnya Qanun Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Pengalokasian Tambahan Dana Bagi Hasil Migas Dan Penggunaan Dana Otsus yang mengharuskan di mana dalam Qanun 10 tahun 2016 itu disebutkan dana Otsus sebanyak 40 persen jatah kabupaten/kota mekanismenya kembali ke sistem pagu.

Beberapa Politikus lokal Aceh Tengah banyak menilai bahwa Qanun ini lahir karena ketidak becusan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh termasuk keenam nama yang dipilih rakyat Gayo tersebut.

Yurmiza Putra misalnya sempat kesal setengah mati dengan "disunatnya" Dana Otsus yang dikelola oleh kabupaten Kota tersebut, dan menghibau kepada masyarakat Gayo menghukum Keenam anggota DPRA asal dapil IV tersebut dengan tidak memilihnya di dalam Pileg 2019 nantinya.

Sorotan tajam mengenai kinerja DPRA Dapil IV tersebut juga datang dari Aktivis. Salah satunya Aktivis Gayo Merdeka, Budiman mengganggap bahwa Anggota DPRA tidak belih seperti artis yang hanya Selfie-selfie namun tidak memiliki kinerja.

Budiman mencontohkan, DPRA tidak bekerja secara Tim untuk memperjuangkan Dapilnya, semuanya hanya bergerak sendiri. Menurut Budiman, Masih ada Anggota DPRA asal Dapil IV ini yang datang, absen, dan pulang kerumah dinas.

Kemudian menurut Budiman, hal yang tidak dilakukan oleh anggota DPRA adalah mempublikasi Pembangunan yang telah dilakukan menggunakan Dana Aspirasi yang dimilikinya.

"Misalnya Ramadhana Lubis yang mampu membangun Jembatan, Nah yang lain kan tidak jelas. apakah aspirasinya di Gayo (Aceh Tengah - Bener Meriah -red), apakah di Tamiang atau mesin roasting yang diperuntukan untuk keluarga dan kerabat saja" Ujar Budiman.

Senada dengan Budiman, Ketua DPC GmnI Aceh Tengah, Asra Arisyah Fitra juga mengecam kinerja Keenam DPRK Tersebut. menurut Asra, beberpa pembangunan yang pentig untuk Aceh wilayah tengah yang tidak diperjuangkan.

Misalnya menurutnya, 5 Tahun kepemerintahan ZIKIR hanya mampu membangun dinding dan atap dari Rumah Sakit Regional saja. Menurut Asra, ini bukti bahwa DPRA berasal dari DPRA tidak memiliki kekuatan untuk mendesak Pemerintah Aceh.

Jadi Menurutnya, keenam anggota DPRA itu hanyalah omong kosong tutup Asra. (z.80)

Komentar

Loading...