Namun Syirajuddin Bungkam di tanya Soal Latar belakang penyegaran…?

Syirajuddin : Tidak Ada Konflik Yang Ada Hanya Dinamika Penyegaran

Samsuddin Vs Syirajuddin

TOSKOMI.COM || Aceh Tengah (4/6) Terkait perseteruan elit politk di parlemen saat ini tengah hangat diperbincangkan oleh lapisan masyarakat di aceh tengah, 30 korsi anggota dewan perwakilan rakyat kabupaten aceh tengah hanya bisa buat gaduh dan abai terhadap penderitaan rakyat saat ini.

Syirajuddin AB, membenarkan bahwa telah terjadi konflik dinamika di dalam rumah rakyat aceh tengah tersebut hal ini adalah sesuatu yang biasa dan ini kita lakukan hanya untuk penyegaran komisi A.

Baca : Koalisi Shafda pecah...?

Baca : Koalisi Shafda Terpecah, Arwin Mega Angkat Bicara.

Dan Syirajuddin mengatakan bahwa koalisi SHAFDA tidak ada yang pecah ungkap anggota dewan ini, namun Ketiaka toskomi.com mepertanyakan apa latarbelakang dilakukanya penyegaran...? politisi yang berperawakan mungil ini tidak menjawab hingga berita ini di turunkan tidak ada penjelasan lebih lanjut

Konflik dinamika elit sudah berulang kali di pertontonkan oleh elit elit partai politik yang duduk di rumah rakyat tersebut, kajadian serupa dulu pernah terjadi pada saat Koalisi 12 dan 18 yang sempat mebuat kegaduhan didalam kantor rakyat tersebut bahkan hampir terjadi adu jotos antara politisi Nasdem dan politisi Golkar kala itu.

Saat ini kegaduhan kegaduhan terjadi kembali  di saat Komisi A yang baru saja terbentuk strukturnya kini berubah kembali dengan alasan untuk sebuah penyegaran di salah satu komisi ayang ada di dewan perwakilan rakyat (DPRK) kabupaten aceh tengah.

Rakyat saat ini semakin pesimis dengan hasil Kerja Kerja para bapak bapak dewan yang mewakili masing masing yang ada di aceh tengah, saat ini petani cabai sedang di landa kesulitan akibat harga anjlok dan tak satu pun anggota dewan dari 30 korsi yang ada di perlemen berbicara soal bagaiaman nasip petani dan hasil panennya dapat terselamtkan.

Belum lagi banyak pembangun di aceh tengah yang tidak berdasarkan study kelayakan dan salah satu contohnya adalah banyaknya pembangunan yang smeraut seperti pembangunan jalan paya ilang dan jalan tembus samping lembaga pemasyarakatan, jalan tembus dari GoS ke jalan lembaga hampir kesemua pembangunan jalan tersebut di berdasarkan tata kelola perkotaan, belum lagi kita menelisik mutu pembangunan jalan tersebut.

Dari kesemua persoalan itu tak satupun anggota dewan aceh tengah angkat bicara sebagai keterwakilan rakyat yang seyogya selalu mengawasi kebicakan pemerintah dan selalu mengwal kebicakan yang pro rakyat. (D23)

 

Komentar

Loading...