Wartawan Online Lokal Nistakan Kopi Gayo : “Kopi Gayo Itu Baunya Busuk” , GMNI Aceh Kutuk Pelaku Penyebar Ujaran Kebencian

Penista Kopi Gayo, Thaeb Lon Agen

TOSKOMI.COM || Aceh Tengah (1/6)  bermula dari masalah duta kopi Nurul Ikmal yang terbit di salah satu media online lokal, yang menyebutkan bahwa Nurul Ikmal sebagai duta kopi gayo aceh untuk eropa.

Tulisan ini terpampang di sebuah media online lokal dengan judul “Nurul Akmal, Duta Kopi Gayo Aceh untuk Eropa”, dengan penulis THAYEB LOH ANGEN tulisan tersebut di terbitkan pada tanggal 28 maret 2017 silam.

Tulisan tersebut mulai  jadi perbincangan sejak bebrapa hari belakangan ini karena masyarakat gayo terutama petani kopi dan Yayasan Perlindungan Masyarakat Kopi Gayo (YMPKG).

Kali ini protes datang dari organisasi eksternal mahasiswa yaitu Grakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bener Meriah, mengutuk atas sikap sang penulis oknum jurnalis salah satu media online lokal di aceh yang mengatakan bahwa “KOPI GAYO ITU BAUNYA BUSUK” dalam status kolom komentar di akun pribadi sang wartawan yang kita anggap memiliki pendidikan. Pungkas Mulyadi Ganyong

Mulyadi juga mengungkapkan bahwa THAYEB LOH ANGEN adalah redaktur salah satu media online lokal di aceh yang seharusnya tidak ikut memanasi keadaan dengan postingan postingan di status facebook miliknya yang di anggap sangat provokatif.

Sebagai wartawan sekaligus redaktur THAYEB LOH ANGEN kami anggap tidak dewasa dan tidak mendalami sikap sebagai jurnalis yang seharusnya menajikan berita yang berimbang bukan malah koar koar di status facebooknya artinya THAYEB LOH ANGEN tidak bisa menempatkan dirinya sebagai orang yang memiliki tugas yang independent.

Kami juga meminta dewan PERS agar memberikan teguran kepada THAYEB LOH ANGEN yang memiliki propesi jurnalis tapi menyebarkan ujaran kebencian kepada salah satu tanaman petani kopi yang berada di dataran tinggi gayo yang meiliputi kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues.

Disamping itu GMNI Bener Meriah juga akan mengirimkan surat ke pada dewan pers untuk menyikapi prilaku seorang jurnalis yang menyebarkan ujaran kebencian melalui akun fecebook pribadi. Tutup Mulyadi Gayong sebagai Aktivis dan Skretaris GMNI Cabang Bener Meriah. 

 

 

Komentar

Loading...