Cuma Modal Ngobrol “Ayam Punya Telor dan Sapi Punya Nama”

Modalnya Cuma Ngobrol : Nurul Akmal Ditunjuk Jadi Duta Kopi Gayo Aceh untuk Eropa…?

Nurul Akmal, Duta Kopi Gayo Aceh untuk Eropa

TOSKOMI.COM || Banda Aceh (31/5) BIASANYA, di Aceh, yang diangkat menjadi duta dalam satu bidang adalah remaja putra atau putri yang dipilih melalui sebuah tes dan pertandingan (sayembara). Lalu setelah dilantik dengan acara seremonial yang gemerlapan, sang duta terpilih itu pun jarang memperlihatkan guna tentang sesuatu yang ditabalkan padanya, paling cuma sebatas seremonial dan gambarya menghiasi baliho?

Namun, tidak demikian dengan ibu dari empat orang anak dan perempuan yang setia pada suaminya ini. Dialah Nurul Akmal. Ia menjadi duta kopi bukan karena sayembara, tapi karena niatnya ingin mengenalkan yang baik-baik tentang Aceh ke luar negeri.

Nurul Akmal adalah aktivis perempuan yang senior dan merupakan seorang penjelajah. Hutan, gunung, laut, semak belukar, dan paya-paya di Aceh telah dijelajahinya untuk membela hak-hak perempuan Aceh. Nurul Akmal merupakan pendiri dan Ketua Organisasi Komite Perempuan Aceh Bangkit.

Sampai pada suatu ketika ia menolak bicara tentang pemberdayaan perempuan dan HAM karena pihaknya sudah berhasil meyakinkan pemerintah untuk membuat dan menjalankan sebuah instansi yang mengurusnya.

"Sudah bertahun-tahun saya bicara kekerasan terhadap perempuan dan anak. Malu bicara itu terus. Akhirnya, pada suatu kesempatan saya bilang pada pihak luar negeri. Banyak hal positif tentang Aceh. Kami punya tempat yang bagus, masyarakat yang santun, banyak hasil tani, seperti kopi, dan sebagainya," kata Nurul Akmal, di Banda Aceh, 27 Maret 2017.

Mereka, kata Nurul, langsung setuju dengan usul mengenalkan kopi Gayo yang ada di Aceh. Dan dirinya pun ditunjuk jadi duta kopi Gayo Aceh di Eropa.

Setelahnya, karena jadi duta kopi secara mendadak, Nurul belajar mengenal segala sesuatu tentang kopi. Ia mengunjungi kebun kopi, belajar cara tanam, cara olah, cara meracik, dan mencicipi seluruh jenis kopi.

Kini Nurul Akmal pulang pergi ke Eropa untuk mengenalkan kopi Gayo Aceh ke benua salju itu.

Nurul Akmal turut mengajak beberapa orang dan pihak lain dalam kunjungan mengenalkan kopi Gayo. Ia memang suka menyertakan orang lain dalam kunjungan besar, walaupun sebenarnya dia saja yang diundang.

Sebagai Duta Kopi, ia baru saja pulang dari beberapa negara Eropa dalam rangka mempromosikan Kopi Gayo (dataran tinggi di Aceh, Sumatra) dengan Presidenti bersama KBRI Helsinki di Finlandia pada Maret 2017.

Dalam kesempatan tersebut, ia berkesempatan mengunjungi Negara Estonia, dan Pertland, sebuah negara terdingin, paling dekat dengan kutub utara.

Pada April 2017 ini, Nurul telah dijadwalkan berangkat lagi ke Eropa, dalam agenda mempromosikan kopi juga.

Sebelumnya, pada 2016, aktivis perempuan yang juga penjelajah ini melakukan misi dagang dan Kebudayaan Perempuan Aceh di Stockholm Swedia dan Beberapa Negara Eropa.

Nurul Akmal mengatakan, Dubes RI dan berkuasa penuh untuk Negara Finlandia, Wiwiek Setyawati Firman, mengabarkan padanya tentang kopi Gayo di Eropa.

Saat ini Kopi Organik Indonesia asal kecamatan Lintongnihuta - Sumatera Utara (Batak), Gayo Aceh dan Flores menyusul berhasil marak masuk di pasar Kopi Premium Organik Finland dengan outlets elit Supermarkets termahal di Finland yaitu STOCKMAN. Importirnya adalah CAFETORIA Roastery, Johan & Nystroom Roastery dan Paulig Roastery - Helsinki, Finland.

Di samping sertifikasi "FAIR TRADE", Kopi Batak, Kopi Gayo Aceh & Kopi Flores RI tsb juga berhasil  diberi sertifikasi badan pengawas produk organic Uni Eropa (FI-EKO 201) serta  diberi EU Organic Logo yang biasa di sebut "Euro-leaf".

EU Organic Logo membuktikan bahwa produk -produk kopi RI tersebut sepenuhnya sesuai dengan kondisi dan aturan bagi sektor pertanian organic yang ditetapkan oleh Uni Eropa.

Untuk biji kopi yang dipasarkan sebagai produk hasil proses (roasted) membuktikan bahwa 95% bahan pertanian adalah organic. Dalam kaitan ini kopi-kopi Batak, Gayo Aceh, dan Flores - Indonesia yang dipasarkan di Finland telah memenuhi prasyarat produk organic EU yang diatur dalam peraturan Uni Eropa terkait cq EC no. 834/2007 dan EC no.889/2008.

Pencantuman EU Organic Logo pada produks kopi RI (Batak, Gayo Aceh & Flores) juga telah dilengkapi pula dengan persyaratan mandatory code number of the control body serta tempat di mana bahan dasar pertanian (agricultural raw materials) berasal.

Dalam kaitan ini produk kopi organic Batak, Gayo Aceh dan Flores Indonesia tersebut secara resmi telah mendapatkan  persetujuan badan pengawas produk organic Uni Eropa dan persetujuan tersebut dibuktikan dengan pencantuman kode persetujuan badan pengawas: FI-EKO 201.

EU Organic Logo pada Kopi Organik Indonesia (Batak, Gayo Aceh & Flores).

Di foto di atas adalah kemasan-kemasan Kopi Organik Indonesia (Batak, Gayo Aceh & Flores) yang telah berhasil masuk jajaran supermarket termahal di Finland (STOCKMAN) sebagai Kopi Premium.

Nurul Akmal merupakan pendiri dan Ketua Organisasi Komite Perempuan Aceh Bangkit. Ia memperjuangkan hak-hak perempuan Aceh dan menyemangati mereka untuk dunia politik, sosial dan sebagainya.

"Perempuan itu harus aktif dalam memperjuangkan hal baik untuk Aceh. Asal tugas kita sebagai anak, istri, dan ibu terjaga, kita bisa turut aktif dalam masyarakat. Yang penting suami izin, dan jaga dengan baik izin dan kepercayaannya," kata Nurul dalam sebuah diskusi di Banda Aceh.[]

PROFIL:

Nama: Nurul Akmal, SE. MM. Tempat/Tanggal lahir: Banda Aceh, 21 Juni 1967. Alamat di Banda Aceh: Jl. Cut Apa Main No.03 Lamseupeng, Banda Aceh. Status Perkawinan: Menikah. Suami: Ir. Karimudin. Anak: Siti Nida Laylia, Siti fajar Karina, Siti Dinah Stabita, Najib Al-Qudri. Pendidikan: Fakultas Ekonomi Unsiyah    1992, Magister Manajemen  UISU 2015. Perkerjaan: PNS.

Organisasi: Ketua Komite Perempuan Aceh Bangkit (KPAB)   Prov NAD 2006-sekarang. Alamat Kantor: Jln. Cut Apa Main No.03 lamsupeng, Banda Aceh, 23247. Email Addrees:    akmalsja4u@yahoo.co.id, Akmalsja4u.bna@gmail.com

Seminar-seminar:
Work shop Hubungan Tata pemeintahan bersama LGSP - Juli 2005, Work Shop Nasional dan sosialisasi peran perempuan dalam pemilu dan pembangunan demokrasi di Indonesia - Maret 2006. Diskusi Publik menyorot peran perempuan dibidang politik- April 2005. Seminar Problematika Kemiskinan akibat Konflik dan Tsunami di Aceh, pola mengatasinya mencari solusi agar masyarakat lebih sejahterah, April 2006.

Pemantauan pendaftaran pemilih di Kab/ Kota di seluruh Nanggoe Aceh Darussalam - Mei 2006. Seminar Internasional Womens participation in local politics di Phnom Penh Cambodia - Agustus 2006. Work Shop logistic Pilkada di Medan-Juni 2006, Curah pendapat Peluang dan Tantangan Pemerintah Baru Provinsi NAD, Januari 2007.

Pelatihan TOT Pemungutan dan perhitungan suara Pilkada NAD, November 2006, Pra seminar penguatan Hak-Hak sipil Perempuan di Aceh, Oktober 2006, Diskusi berkala pencatatan pengakuan dan pengesahan anak bersama staf ahli menteri  Agama dan Medagri serta Meneg PP dan PA di Jakarta - September 2006, Work shop Intregritas dalam manajemen pemilihan bagi KIP - Maret 2006.

Seminar tentang Partai politik local di swiss bell Hotel, Desember 2006. Training tentang Peace ful political participation and interegation in Aceh, February 2007. Workshop Orientasi Akta Kelahiran untuk Pengambil kebijakan di NAD, Pemda NAD, Unicef  dan  Depdagri, Banda Aceh, 22 Mei 2007. Konggres Women Union Vietnam, Hanoi, 1 s/d 4 Oktober  2007, Konggres Saudagar Aceh serantau Menuju Perekonomian Aceh modern Dan Kompetitif,  Banda Aceh, 27 s/d 28 Juli 2007.

Perhimpunan Agung Umno, Malaysia, Agustus 2007, Seminar Penyelesaian Masalah Anak yang berhadapan dengan Hukum KPAID- Unicef., Banda Aceh, 1 Desember 2007. Sidang Ham PBB ke-7 di Geneva , Swiss, Maret 2008
Seminar Raya Memperingati 100 Tahun Wafatnya Cut Nyak Dhien, Diselenggarakan oleh BPP dan  PA NAD., Banda Aceh, 6 Nov 2008.

Deklarasi dan Penanda tanganan Piagam Hak-Hak Perempuan di Aceh 11  November 2008, Sosialisasi Ham di Jaya pura dan sekitarnya,  Papua 17-20 Nov 2008, Launching Renstra Pencatatan Kelahiran Menuju 2011 Semua Anak Indonesia tercatat kelahirannya Kerjasama Depdagri-Unicef.   Jakarta, 12-12-2008. Rapat Koordinator Daerah Pemberdayaan Perempuan se Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Tahun 2008. Banda Aceh, 1 /d 2 Desember 2009.

Pendidikan Politik bagi Perempuan KPAB NAD -  Depdagri , di Subulussalam, 20 Januari 2009. Seminar Kebudayaan dan Pembangunan , Banda Aceh, 15 Maret 2009. Dialog Masalah Perempuan Indonesia-Malaysia Kantor berita  dan Televisi Barnama , Kuala Lumpur, 04 April 2009.

Study banding Permasalahan Perempuan Thailandi Perbatasan, Traficking dan Seks bebas , Hatyai, 6-9 April 2009
Sosialisasi Laporan KKP Indonesia-Timor Laste Untuk Wilayah Regional Sumatera, Kerjasama Deplu dan Unimed , Medan, 2-4 Mei 2009. Sosialisasi Ham dan Laporan Periodik Indonesia PBB  Bekasi, 02-05 Juni 2009. Pertemuan KPAB dengan  Human Rights di Syiney  Januari 2010. Study Comparative di Canberra, Jan – 2010.

Berbicara dihadapan anggota parlemen Perempuan Selangor Feb 2010. Bussines Summit 2011. Pertemuan dan penyerahan Piagam Perempuan Aceh kepada Mantan Presiden Finlandia (Mahti Ahtisari) sebagai langkah Perempuan dan Perdamaian 2011.

Diterima Ibu Negara Ani Yudhoyono dalam rangka penguatan Perempuan Aceh, Maret  2011. Menjadi Narasumber Penguatan Kapasitas Perempuan Malaysia dalam konteks  Piagam Hak-Hak Perempuan di Aceh bersama Menteri Pembangunan Wanita Malasyia di Kementerian Pembangunan di Kuala Lumpur (Datok Sahrizan)  2011.

Pertemuan silaturrahmi dengan Bakti, YABhg Datin Seri Rosmah (Ibu Negara Malasyia)  di Putra Jaya Malasyia. Diskusi Internasional dibeberapa negara Eropa dalam konteks pemberdayaan Ekonomi Perempuan bersama KBRI Finland  2016.

Sebagai Duta Kopi, Nurul Akmal mempromosikan Kopi Gayo (dataran tinggi di Aceh) dengan Presidentti bersama KBRI Helsinki di Finlandia pada Maret dan April 2017. ( portalsatu.com )

Komentar

Loading...