Koruptor Mulai Takut Lagi, Mata Novel Baswedan Mulai Membaik.

kondisi mata novel mulai membaik

TOSKOMI.COM || Jakarta (31/5) Kondisi kesehatan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan yang diteror dengan disiram air keras oleh orang tak dikenal berangsur membaik. Usai menjalani operasi membran sel beberapa waktu lalu, peradangan yang terjadi pada mata kanan dan kiri Novel sudah hilang.

"Hari ini dilakukan scanning pada kedua mata Novel. Semua peradangan di mata kanan dan kiri pun sudah hilang dan sudah bersih dari infeksi," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/5).

Diketahui, Novel diteror dengan disiram air keras oleh dua orang tak dikenal di sekitar rumahnya pada Selasa (11/4) lalu. Akibat teror ini, Novel harus dirawat intensif di salah satu rumah sakit di Singapura. Setelah menjalani operasi membran sel pada Kamis (18/5) lalu, Novel masih menjalani perawatan intensif. Meski tengah dirawat, Febri mengungkapkan, Novel tetap menjalankan ibadah puasa.

"Informasi yang kami terima, Novel tetap menjalankan ibadah puasa," ungkapnya.

Dikatakan Febri, tim dokter akan terus memantau perkembangan kesehatan Novel. Terutama untuk melepaskan membran sel plasenta yang dipasang pada kedua mata Novel saat operasi. Pemasangan membran sel ini dilakukan untuk merangsang pertumbuhan jaringan sel kornea mata Novel.

"Dokter akan melihat kapan saatnya untuk melepaskan selaput membran plasenta di mata Novel yang digunakan untuk merangsang pertumbuhan kornea. Sedangkan pertumbuhan sel mata kiri memang lebih lambat," katanya.

Selain itu, Novel juga masih terus menjalani serangkaian tindakan medis lainnya. Untuk itu, Febri mengaku belum dapat memastikan waktu yang tepat bagi Novel untuk keluar rumah sakit.

"Belum ada informasi (soal kepulangan Novel). Masih perlu (perawatan) intensif. Tes baca angka dan huruf. Mata kiri belum mengenali huruf dan angka," katanya.

Sementara di sisi lain, pihak kepolisian yang menangani kasus teror terhadap Novel ini belum berhasil mengungkap dan membekuk pelaku maupun otak serangan. Padahal, teror terhadap Novel setidaknya telah berlalu lebih dari 48 hari. Selama lebih dari sebulan ini, pihak kepolisian sempat mengamankan empat orang berinisial M, H, AL, dan Mi yang dicurigai terlibat dalam teror. Namun, keempat nama yang diamankan secara terpisah tersebut dilepaskan pihak kepolisian karena ketidakcukupan bukti. (Beritasatu.com)

Komentar

Loading...