Barter Posisi Adalah Cara Manusia Purba, Dan Saat Ini Di Lakukan Politisi Aceh Tengah

Skenario Dibalik Pelantikan Ketua DPRK Aceh Tengah

Sumber Foto: Lintasgayo.com

TOSKOMI.COM|| Takengon (24/5/2017). Berawal saat Muchsin Hasan maju sebagai Calon Bupati Aceh Tengah. Kursi panas yang ditinggalkan beliaupun akhirnya diperebutkan sesama mantan anak buahnya. Taqwa dan Naldin bertarung sengit untuk memperebutkan posisi tersebut.

Sempat muncul ketengah-tengah publik isu tentang gugatan Taqwa ke Mahkamah Partai berlambangkan beringin tersebut. Dalih yang digunakan Taqwa bahwa rivalnya tersebut pernah menanda-tagani sebuah surat yang menyatakan dirinya tidak pernah menjadi kader partai yang lain.

Namun seiring berjalanya waktu, gugatan tersebut akhirnya kandas. Kuat dugaan bahwa telah terjadi barter membarter posisi.

“ike gere ulu keta uki pe jadi” (kalau tidak kepala, ekorpun jadi-red) mungkin itu yang ada dibenak Pria kelahiran Bintang tersebut. Namun apa mau dikata, bargening posision Taqwa terlalu rendah.

Pasca musda lalu, Taqwa bertarung untuk kedua kalinya dalam bursa ketua umum DPD II Golkar Aceh Tengah. Namun, seperti tahun sebelumnya upaya Taqwa kandas. Mungkin, gugatan tersebut adalah upaya untuk memulihkan luka musda yang lalu. Namun sayang, seribu kali sayang. Naldin ternyata lebih piawai dalam merebut kursi pimpinan lembaga tersebut.

Ketakutan Taqwa terlempar dari Partai yang telah sejak lama membesarkan namanya dicurai sebagai motivasi melunaknya Taqwa dari kontestasi posisi Ketua DPRK tersebut. Sehingga munculah tawaran untuk dimasukanya namanya ke daftar panjang Pengurus DPD II Golkar Aceh Tengah. Akhirnya hasrat naldin untuk membubuhkan fotonya di daftar panjang Ketua DPRK Aceh Tengah digedung tersebut tidak bisa terbendung.

Akhirnya, tanggal 24 Mei 2017 merupakan saksi sejarah baru DPRK Aceh Tengah bahwa lembaga DPRK Aceh Tengah dipimpin oleh Ansaruddin Syarifuddin Naldin. (Z.80)

Komentar

Loading...