Kecewa Lapaknya Tetap Digusur

Pedagang Paya Ilang Anggap Munzir (Kadis Perindag) “Penghianat”

sumber foto: Lintasgayo.com

TOSKOMI.COM|| Takengon (3/5). Pedagang Pasar Paya Ilang menyebutkan Munzir, Dinas Perdagangan, Kopereasi dan UKM Kabupaten Aceh Tengah “penghianat”.

Hal itu disampaikan Syukran, salah satu perwakilan pedagang paya ilang kepada toskomi.com Rabu (3/52017) disalah satu warung kopi diseputaran Takengon.

Menurut Syukran, Munzir telah melanggar kesepakatan antara Pedangan dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tengah yang terjadi pada tanggal (13/4/2017).

Masih menurut Syukran, Bahwa dirinya dan beberapa pedangan yang waktu itu melakukan protes ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK Aceh Tengah). Puluhan pedangan waktu itu menuntut agar proyek pembangunan Pasar yang dikelola Dinas Dinas Perdagangan, Kopereasi dan UKM Kabupaten Aceh Tengah jangan menyentuh lapak pedagang.

Lapak yang dimaksudkan para pedagang tersebut menurut syukran sangat produktif karena lokasinya sangat strategis dipasar tersebut, sehingga apabila Pemkab “ngotot” membangun Pasar tersebut di atas lapak mereka, sama saja Pemkab memutuskan mata pencarian mereka.

Syukran juga telah beberapa kali melakukan dialog dengan Dinas yang dipimpin Munzir tersebut. Namun, Menurut Syukran upaya yang dilakukan oleh Syukran selalu saja buntu sehingga kemarahan pedagang memuncak dan hasilnya melakukan protes ke DPRK Aceh Tengah pada hari itu.

Namun, Menurut syukran pembangunan pasar tersebut masih saja dilakukan oleh pihak rekanan. Hal ini jelas menurut Syukran sebagai bentuk pengingkaran terhadap kesepakatan yang terjadi antara Pedangang dan Pemerintah yang telah dimusyawarahkan di DPRK Aceh Tengah yang lalu.

“Munzir itu Penghianat” Ungkap Syukran.

Syukran juga khawatir apabila pembangunan ini tetap dipaksakan, akan terjadi konfik horizontal antara pedangang dengan orang-orang yang telah digaji pemerintah untuk menjaga pembangunan tersebut.

Senada Dengan Syukran, Amir Hamzah yang menjabat Assisten II Setda Kabupaten Aceh Tengah juga telah diminta tangapanya oleh Toskomi.com.

Menurut Amir, Pemkab Aceh Tengah dalam menanggapi persoalan aspirasi dari pedangang Paya Ilang mengacu kepada kesepakatan lewat musyawarah yang telah dilakukan di Gedung DPRK Aceh Tengah.

“Pada Prinsipnya kami tetap mengacu kepada kesepakatan antara Pedangang dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah” Ujar Amir.

Amir Hamzah juga pada saat itu merukapan perwakilan Pemkab Aceh Tengah saat tuntuan pedagang tersebut dilakukan.

Amir mengakui bahwa dirinya belum sempat berkomunikasi dengan Munzir, karena kepala Dinas Perdagangan, Kopereasi dan UKM tersebut berada diluar kota dan nomor telefon yang biasa digunakan oleh Munzir juga tidak aktif.

Sejak berita ini diturunkan, Munzir, Kepala Dinas Perdagangan, Kopereasi dan UKM Kabupaten Aceh Tengah tidak berhasil dihubungi oleh toskomi.com karena ponselnya tidak aktif. (SD16)

Komentar

Loading...