Pelaku Pernah Lari Ke Tanah Karo dan bersembunyi di Nagan Raya

2 Pelaku Penikam Tokoh ALA di Bekuk Polisi

Armen Desky

TOSKOMI.COM || Jakarta (4/5) Dua pelaku penikaman mantan Bupati Aceh Tenggara Armen Desky ditangkap. Motifnya, pelaku mengaku sakit hati terhadap korban.

"Pelaku sakit hati ibunya dipukul," kata Kapolres Aceh Tenggara AKBP Edi Bastari kepada detikcom, Kamis (4/5/2017).

Setelah menikam korban, kedua pelaku melarikan diri keluar dari Aceh Tenggara. Polisi memasukkan keduanya dalam daftar pencarian orang karena setelah dua kali dipanggil tidak pernah datang ke Polres.

"Kedua pelaku, Kamaluddin dan Sanit, kita tangkap pada Rabu, 3 Mei kemarin, sekitar pukul 16.00 WIB," ucapnya.

Menurut Kapolres, sebelum memburu pelaku, polisi sudah melakukan penyelidikan dan penyidik melakukan gelar perkara. Setelah itu, baru ditetapkan tersangka dan mengarah pada kedua orang tersebut.

"Kemudian dilakukan pemanggilan kedua tersangka, tapi tidak menghadiri panggilan tersebut hingga panggilan kedua tanpa alasan yang patut dan wajar," jelas mantan Kapolres Simeulue itu.

"Selanjutnya penyidik menerbitkan tersangka dalam DPO," jelasnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui kedua pelaku melarikan diri dengan berpindah-pindah tempat. Keduanya pernah kabur ke Tanah Karo di Sumatera Utara dan kemudian kembali masuk ke Aceh, yaitu Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya.

Seperti diketahui, mantan Bupati Aceh Tenggara Armen Desky ditikam oleh dua orang saat berada di area parkir hendak ke masjid. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (31/3) lalu. Akibatnya, Armen mengalami tiga luka tusukan senjata tajam.

Setelah kejadian, korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Nurul Hasalah Kutacane. Sekitar pukul 21.00 WIB, pihak keluarga sepakat membawa korban menuju ke Medan, Sumatera Utara, untuk penanganan intensif. (detiknews)

Komentar

Loading...