TIDAK SEMUA PASLON BUPATI DI ACEH TENGAH BISA NYOBLOS

FED519EE-8378-4D9E-8212-1B814CD5E44A-1178-000000C8D576F3CC_tmp

TOSKOMI.COM || Takengon (14/2) Beberapa calon bupati dan wakil bupati Aceh Tengah tidak dapat menentukan pilihnya pada hari pemungutan suara, Rabu (15 Februari 2017), untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah.

Hal itu mengemuka saat rapat koordinasi tim pasangan calon, KIP Aceh Tengah, Polres, Unsur pemerintah dan Panwaslih Aceh Tengah, Selasa (14 Februari 2017).

Dijelaskan salah seorang tim penghubung, bahwa calon bupati yang mereka usung tidak menerima C6 KWK (surat pemberitahuan memilih) karena memiliki KTP elektronik yang dikeluarkan oleh Pemerintah DKI. “Saat calon kami mengajukan surat pindah, dijelaskan tidak harus pindah dan bisa mencalonkan diri sebagai calon bupati di Kabupaten Aceh Tengah, apakah demikian aturannya,” ungkap Anwar, tim penghubung.
Dijelaskan Munir, pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Aceh Tengah, bahwa secara peraturan benar seseorang dapat mencalonkan diri sebagai kepala daerah dengan pemberlakuan KTP nasional, namun untuk masuk dalam daftar pemilih tentu ada mekanisme dan aturan yang berlaku.

Hal itu dipertegas Hj Hamidah SH MH Ketua Panwaslih Aceh Tengh, berdasarkan pengawasan yang mereka lakukan pada tahapan pemuktahiran data pemilih, ditemukan beberapa calon bupati dan wakil bupati Aceh Tengah tidak dapat menggunakan hak pilih.

Calon bupati yang tidak memiliki hak pilih, Usman Nuzuli dan Alamsyah Mahmud. Untuk calon wakil bupati, Anda Suhada dan Firdaus. Jelas Hamidah, saat pendaftaran calon, mereka menggunakan (melampirkan) KTP elektronik luar Kabupaten Aceh Tengah, dan salah satu syarat harus berdomisili di wilayah Aceh Tengah minimal enam bulan juga tidak dapat dipenuhi calon bupati dan wakil bupati tersebut. “Mereka juga tidak ada menyertakan surat keterangan pindah domisili,” pungkas Hamidah. (S25)

Komentar

Loading...