Derita Iskandar Di Tengah Gemerlap Hidup Pejabat Aceh Tengah

foto di ambil dari akun facebook Kayu Kul Cukup kamera kayu kul yang bicRa lokasi kampung gunung bukit dusun gele gantung kecamatan kebanyakan Rumah dan kondisi tidak layak huni

TOSKOMI.COM || Aceh Tengah (5/12). Kemiskinan masih menjadi persoalan bagi sebagian masyarakat yang menetap di Aceh Tengah. Meski hidup di wilayah yang subur, masih saja ada rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Di tengah gemerlapnya gaya hidup para pejabatnya, kebijakan yang membangun kemakmuran dan kesejahteraan masih belum menyentuh Iskandar (40), warga dusun Gele, desa Gunung Bukit, Kebayakan.

Kondisi rumahnya sangat mengkhawatirkan dan membangkitkan rasa iba. Jauh dari kata layak huni, dinding rumahnya dibuat dari material tambal-sulam. Sebagian menggunakan terpal penjemur kopi berwarna biru, seng yang sudah berkarat dan anyaman bilah bambu. Material terbaik dari rumahnya adalah seng yang masih tampak baru. Iskandar bekerja sebagai kurir pencari buah-buahan yang untuk seorang agen buah yang beroperasi di Aceh Tengah untuk menyambung penghidupannya. Pendapatan yang diperoleh hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar.

rumah-tak-layak-huni-2
(Foto: facebook, Kayu Kul)



Peran Dinas Cipta Karya dan Baitul Maal Aceh Tengah mesti dipertanyakan dalam menanggulangi kondisi Iskandar yang hidup bersama istri dan 3 orang anak mereka. Sudah 8 tahun keluarga beranggotakan 5 jiwa ini tinggal di bangunan yang tak cukup syarat untuk disebut rumah. Sebagai kepala keluarga, Iskandar tidak berpangku-tangan terhadap kondisinya. Ia sudah mencoba mengajukan permohonan bantuan rumah layak-huni kepada pemerintah selama 2 tahun berturut-turut. Namun hingga saat ini permintaannya belum mendapat tanggapan dari pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.

Menurut Irwan Yoga (38), seorang pemerhati masalah lingkungan dan sosial di Aceh Tengah, sebagian masyarakat miskin yang mengajukan permohonan bantuan rumah harus memberi 'uang pelicin' bernilai jutaan rupiah. Jumlah yang jauh melampaui kemampuan Iskandar yang hanya berprofesi sebagai kurir pencari buah. Tidak hanya itu, hingga saat ini Iskandar tidak pernah mendapatkan bantuan Beras Miskin (RASKIN). (*)

# Banyak Oknum PUNGLI Bermain untuk pengurusan rumah bantuan

# Kota di sulap bak kota raja yang diselimuti oleh Rakyat Miskin

Komentar

Loading...