Pernyataan Sikap Keprihatinan “Melawan Teror, Menjaga Keberagaman”

35a73f39-d802-492a-97bc-4b04e76b13e4-17544-00000cbab663831c_tmp

Pernyataan Sikap Keprihatinan
“Melawan Teror, Menjaga Keberagaman”

Toskomi.com || Jakarta, 15 Nopember 2016. Menanggapi situasi kebangsaan kita dalam dua minggu terakhir ini, dimana terjadi pelemparan bom Molotov dan ancaman teror terhadap keamanan dan kenyamanan warga masyarakat. Seperti yang kita lihat pada kasus pelemparan bom Molotov yang terjadi di Samarinda, Minggu (13/11) dan Singkawang, Kalimantan Barat pada Senin (14/11) dini hari lalu. Sementara itu ancaman bom yang sama juga terjadi di kota Surabaya (09/11) dan Batu (14/11) Jawa Timur.

Tentu saja kita semua prihatin dan cemas dengan makin maraknya ancaman teror dan peledakan bom yang sangat melukai perasaan aman dan nyaman warga negara kita. Lebih dari itu, kasus-kasus ini, akan berpotensi menjadi konflik sosial yang lebih luas sesama warga negara Indonesia.

Bahkan, teror-teror akhir ini tidak melihat lagi korban yang disasar. Seorang anak kecil yakni ananda Intan Olivia Marbun, yang masih berusia 2,5 th akhirnya meninggal dunia akibat terkena bom Molotov di Samarinda. Sementara itu, tiga anak lainnya masih dalam perawatan di rumah sakit. Jelas tindakan ini sudah sangat tidak dapat ditolerir, bahkan sudah menjadi ancaman terhadap keamanan anak-anak kita.

Oleh karena itu, kami yang tergabung dalam koalisi masyarakat sipil menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Merasa prihatin dan geram atas makin maraknya berbagai aksi teror yang mengoyak kehidupan berbangsa dan merusak rasa aman warga masyarakat.
2. Menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya terhadap para korban tragedi peledakan bom yang mengoyak-oyak rasa kemanusiaan kita.
3. Kepada masyarakat Indonesia harus bersama-sama, bahu membahu menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif, aman, nyaman dan damai. Kedewasaan masyarakat Indonesia tengah diuji melalui serangkaian aksi-aksi tidak simpatik. Namun kita semua percaya bahwa bangsa ini akan mampu melewatinya dengan baik, dengan terus menerus berpegangan pada konstitusi, Pancasila dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika.
4. Kepada tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh politik, tokoh-tokoh adat dan tokoh-tokoh masyarakat, kami menyerukan agar dapat memberikan pernyataan-pernyataan yang menyejukkan dan menghindari adanya polemik di masyarakat, terutama berkaitan dengan isu Suku, Agama, Rasa, dan Antar-golongan (SARA).
5. Kepada negara dalam hal ini Presiden, Wakil Presiden dan Kepolisian agar dapat menjamin keamanan dan kedamaian dengan menindak tegas pelaku kekerasan dan mencegah upaya-upaya pengacauan keamanan atas nama agama dan atau politik. Negara tidak boleh kalah dengan kelompok-kelompok tersebut.
6. Kami tetap tidak bosan-bosannya untuk menyerukan betapa pentingnya menghormati keberagaman kita sebagai bangsa, menjunjung tinggi hak asasi setiap warga negara dan meninggalkan budaya intoleransi. Hanya dengan modal ini, bangsa Indonesia dapat dipertahankan sampai masa depan.

Demikian seruan ini kami sampaikan dan atas kerjasama kawan-kawan media kami sampaikan terima kasih.

Jakarta, 15 Nopember 2016

Koalisi Masyarakat Sipil

(Romo Benny Susetyo, Pr., Jeirry Sumampow, Ray Rangkuti, Usman Hamid, Fajar Riza Ul Haq, Yudi Latif, dan Muhd. Abdullah Darraz, Ahmad Imam Mujadid Rais).

Komentar

Loading...