Nasaruddin Kembali Menancapkan Kukunya Di Golkar Aceh Tengah

img_7976

ec556613-dd0e-4652-b1d5-cb95095ba7d5-8101-000006af2785f279_tmp

Toskomi.com || Aceh Tengah dengan terpilihnya Muhammad Ibrahim sebagai ketua Golkar DPD II Aceh Tengah secara Aklamasi di Ball Room Hotel Linge Land Takengon Aceh Tengah membuktikan bahwa "CAKARAN" Nasaruddin masih mampu melumpuhkan lawan lawanya, Minggu 07 November 2016.

dengan terpilihnya ketua Golkar Aceh Tengah secara Aklamasi maka hampir dipastikan dinasti "Nasaruddin" kembali menggurita Golkar Aceh Tengah untuk periode 2016-2021.

img_7976

Menemptkan Saudara Muhammad Ibrahim (Mantan Sekda Aceh Tengah di era Nasaruddin Periode Pertama 2008-2012), sebagai Ketua Golkar Aceh Tengah dan kendati Nasaruddin hari ini sudah dikeluar dari pengurus Golkar yang disebabkan beliou maju sebagai Calon Wakil Gubernur Aceh dari Jalur Independent berpasangan dengan dr. Zaini Abdullah.

Namun kebijakan Golkar tidak akan bisa lepas dari pengaruh Nasaruddin untuk menentukan arah Golkar aceh tengah dalam waktu 5 Tahun Kedepan hal ini di buktikan dengan terpilihnya mantan "serdadu" Nasaruddin sebagai ketua Golkar Aceh tengah ini adalah bukti bahwa kekuatan Nasaruddin dalam hal politik juga belum terkalahkan kendati Nasaruddin sudah tidak lagi menjabat sebagai Bupati Aceh Tengah (Cuti Pilkada).

Namun yang menjadi pertanyaan apakah Golkar Aceh Tengah akan menjadi Pahlawan Atau menjadi Hantu bagi rakyat aceh tengah yang saat ini sedang di landa krisis kepercayaan dari rakyat akibat dari Prilaku pejabat aceh tengah yang kurang perduli dengan nasip rakyat, hal ini terjadi akibat pejabat Aceh tengah seperti Pejabat Eksekutif (Bupati/Wakil) dan Pimpinan DPRK Aceh tengah yang selalu bekerja keras untuk memuluskan   Usulan usulan inspratuktur yang mementingkan kelompok dan pribadi pejabat, hal ini terbukti dari Alokasi anggaran APBK 2015,2016 dan hampir di pastikan untuk tahun 2017 juga lebih mengutamakan keuntungan kelompok dan Pejabat sehingga pemerataan Pembangunan hanya akan menjadi mimpi belaka bagi Rakyat yang selalu menjadi Objek penipuan/alasan untuk mendapatkan anggaran. (Zf)

 

 

 

Komentar

Loading...