Kontraktor Di Aceh Bersekongkol Untuk Menangkan Tender Proyek

20161028-komisioner-kppu
Toskomi.com - Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI, M Syarkawi Rauf, mengaku menerima banyak laporan persekongkolan atau kongkalikong dalam pemenangan tender suatu proyek di Aceh.
"Kita banyak menerima laporan adanya persekongkolan dalam memenangkan suatu proyek tender pembangunan dari pemerintah daerah," katanya usai lokakarya hukum persaingan usaha di Banda Aceh, Kamis (27/10).

Menurut Syarkawi, untuk mendapatkan proyek tersebut para kontraktor kerap berpura-pura mengajukan harga yang kompetitif, padahal itu semua semu. Para pemenang, kata Syarkawi, telah ditetapkan.

"Pemenang tender sudah ditentukan, mengikuti tender hanya sebagai formalitas saja. Bahkan, persaingan tidak sehat itu juga melibatkan panitia tender," katanya.
Syarkawi menambahkan persaingan usaha semu tersebut pernah didapatkan pada satker BPKS Sabang dalam proyek pelabuhan perikanan Gugop-Lampuyang. Para proyek ini, KPPU mendapati indikasi kongkalikong antara kontraktor dengan panitia tender.
"Itu adalah tender pembangunan pelabuhan tahun anggaran 2014. Nilai proyek mencapai Rp 58 miliar,” ungkap Syarkawi. Persekongkolan untuk memenangkan tender ada dua bentuk, yaitu bersifat vertikal dan horizontal.
"Yang bersifat vertikal, yaitu pemilik proyek biasanya oleh pemerintah daerah memfasilitasi perusahaan A misalnya untuk memenangkan tender," kata Syarkawi. "Kasusnya berbeda-beda di setiap daerah, tapi persengkongkolan usaha sedang marak terjadi."
Oleh karena itu, kata dia, KPPU membutuhkan kemitraan dengan pengadilan. Sebab, pengadilan yang nantinya akan menguatkan keputusan KPPU, hingga membantu mengeksekusi sebuah perkara. Syarkwai berharap pengadilan berlaku adil dalam menangani perkara-perkara persekongkolan ini.
  (Sumber : Ajnn.net)

Komentar

Loading...