PT.JMI Masih Beroperasi, Reje dan Masyarakat Desak Gubernur Lakukan Penyegelan

024E9492-2B6F-47E9-A2CE-C16471E061A5

TOSKOMI.COM|| Linge (7/6/2021)- Konflik antara Perusahaan pengolahan getah pinus PT. Jaya Media Internusa (PT. JMI) dan Masyarakat sekitar kembali terjadi. Setelah sempat diberitakan berpolemik soal Limbah dan Skandal Asmara kini konflik tersebut terjadi lantaran izin belum lengkap.

Kepada media ini (7/6) Masyarakat Isak mengaku resah dengan keberadaan PT. JMI, Pasalnya selain tidak memiliki izin berdasarkan Surat Gubernur No. 660/9958 Tertanggal 28 Mei 2021 Prihal Izin operasi yang substansinya Gubernur Aceh melarang PT JMI untuk beroprasi sebelum melengkapi ijin atau syarat dan ketentuan lainya dapat dipenuhi. Namun faktanya operasi produksi tetap saja dilakukan.

Salah satu Pemuda Isak, Maldi (25) mengukapakan Bahwa PT. JMI kembali melakukan aktivitas kegiatan operasi 8 hari setelah surat Gubernur tersebut terbit.

“Kami sebagai masyarakat Isak meminta Gubernur Aceh komitmen dengan apa yang telah disampaikan kepada publik, jika memang pihak perusahaan tidak memenuhi aturan jangan izinkan mereka beroprasi kembali” Pungkas Maldi

Apa yang disampaikan Maldi bukan hanya klaim semata, Ia juga mengantongi sebuah surat yang ditanda tangani oleh Reje Kute Riyem, Reje Kute Keramil, Reje Kute Robel, Reje Kute Rayang, Reje Kute Baru (diwakili) dan Mukim Kemumikam Isak.

Dalam Surat tersebut mereka minta agar Gubernur melakukan penyegelan terhadap Pabrik PT. JMI sebelum terjadi hal hal yang tidak di inginkan.

Maldi juga mengecam tindakan yang dilakukan oleh PT. JMI yang seolah-olah mengesampingkan Surat Gubernur Aceh. Dan meminta Aparat Penegak Hukum untuk bertindak tegas.

Komentar

Loading...