GeRAK Soroti Tender Gagal Bener Meriah

BE23E8C2-0CD4-4A0E-8B6D-0603BF0B893A

Redelong (8/5/2021) - Gerakan Anti Korupsi Gayo (GeRAK Gayo) mensinyalir ada kejanggalan dalam Pengadaan Barang dan Jasa yang saat ini dalam lelang di Bener Meriah. 

GeRAK mensinyalir adanya kejanggalan dan berpotensi cacat prosedur yang dilakukan oleh UPBJ terhadap sejumlah Paket yang dinyatakan Gagal Tender. Hal itu disampaikan Mulyadi kepada media ini (6/5). 

Mulyadi merincikan ada beberapa paket konstruksi yakni Pembangunan Broncaptering (penangkap air baku dari mata air) Desa Ramung Jaya Kec. Permata, Desa Hakim Wih Ilang Kec. Bandar, Desa Ujung Gele Kec. Bukit, Desa Reronga Kec. Gajah Putih,  Desa Ceding Ayu Kec. Permata, Desa Bener Mulie Kec. Wih Pesam,  Desa Alur Cincin Kec. Pintu Rime Gayo, dinyatakan oleh Pokja Gagal Tender sehingga sebagai tindak lanjut peserta diharuskan mengupload penawaran ulang. 

Kelompok kerja pemilihan (Pokja) UKPBJ Kab Bener Meriah  mengklaim terjadi kesalahan yang substansial yakni kesalahan penetapan uraian pekerjaan dan indentifikasi bahaya dalam dokumen pemilihan berdasarkan Berita Acara Tender Nomor: BA.08/BAHP-GAGAL/POKMIL.A/UKPBJ-BM/V/2021. 

Menurut Mulyadi, penetapan Tender Gagal tersebut hanya untuk 5 paket perkerjaan saja namun ironisnya tidak berdampak kepada paket yang telah diumumkan pemenangnya.

Artinya menurut Mulyadi, ada perlakukan yang berbeda yang dilakukan oleh Panitia (UKPBJ) terhadap peserta tender. UKPBJ juga tidak menjelaskan secara detail soal kesalahan subsansial apa yang telah dilakukan. 

"Seharusnya apabila UKPBJ/Pokja mengganggap ada kesalahan dalam dokumen pemilihan, seharusnya berlaku kepada semua paket broncaptering bukan terhadap paket paket tertentu saja" Ujar Mulyadi. 

Media ini telah mencoba mengkonfirmasi informasi ini kepada Pokja. Namun tidak banyak keterangan yang dapat digali. Menurut Wildan salah satu Anggota Pokja Pemilihan (7/5) yang berhak mengklarifikasi masalah ini adalah Ketua UKPBJ. 

"Informasi dari kita satu corong, langsung saja ke Ketua ULP (UKPBJ) saja" 

Fitranullah saat dikonfirmasi oleh media ini (7/5) menyatakan bahwa tender gagal ini akibat adanya kesalahan PPK dalam menyusun RKK kegiatan. 

Fitra merincinkan kesalahan yang dimaksud adalah item pekerjaan Mobilisasi dan identifikasi bahaya. Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut dari sanggahan yang dilakukan Penyedia di paket broncaptering Ramung Jaya dan Ceding Ayu. 

"Jadi terhadap lima kegiatan Brontcaptering yang masih di lelang kita bersepakat bersama rekan rekan Pokja untuk mengambil sebuah keputusan yaitu dengan  membuat berita acara gagal tender, dan dilakukan penawaran ulang” Kata Fitra.

Menanggapi Hal ini, GeRAK meyakini jika alasannya adalah mobilisasi, pasti berkaitan dengan dokumen dukungan alat. Menurut Mulyadi, Dukungan Alat Ganda dalam sebuah dokumen penawaran merupakan paraktik yang kerap terjadi. 

"Apalagi tahapan antara paket broncaptering satu sama lain hampir sama, jadi tidak logis apabila mereka (UPBJ-red) membedakan perlakukan satu dengan yanh lainya" Pungkas Mulyadi. 

Mulyadi menyarankan agar Badan Pemeriksa Keuangan melakukan audit server terhadap kekeliruan ini, menurutnya langkah ini penting dilakukan untuk mengantisipasi persoalan Pengadaan Barang dan Jasa di Bener Meriah.  [Ahlaz Zikri]

Baca Juga: Bener Meriah dalam Pusaran Dugaan Gratifikasi

Komentar

Loading...