Total Dugaan Suap Bansos Covid-19 Kemensos Sebesar Rp. 26,5 Miliar

20201206-499975-02571806122020-preskon-kpk-rmol

TOSKOMI.COM II JAKARTA - Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut bahwa total dugaan suap Bansos Covid-19 Kemensos sebesar Rp26,5 Miliar.

Uang tersebut merupakan penerimaan fee dari dua tahap yang disepakati. Tahap pertama berjumlah Rp12 Miliar, dimana Rp8,2 Miliar diantaranya diberikan kepada Juliari Peter Batubara melalui Adi Wahyono.

Tahap kedua berjumlah Rp14,5 Miliar, dimana Rp8,8 miliar diantaranya juga untuk keperluan Juliari Peter Batubara. 

Ali Fikri melalui pesan Whatsapp , Minggu (6/12) memastikan bahwa uang Rp14,5 Miliar yang disita KPK dalam kegiatan tangkap tangan merupakan fee bansos Covid-19 tahap dua.

“Uang sebesar Rp14,5 Miliar bagian dari tahap 2,” kata Ali Fikri

Dengan demikian jumlah total fee bansos Covid-19 sebesar Rp26,5 Miliar. Dari pemerimaan fee sebesar  Rp26,5 Miliar tersebut, Mensos, Juliari Peter Batu Bara diduga menerima sedikitnya Rp17 Miliar.

Dugaan penerimaan suap ini sudah mulai diendus oleh KPK pada tanggal 4 Desember 2020, Tim KPK menerima informasi dari masyarakat akan adanya dugaan terjadinya penerimaan sejumlah uang oleh Penyelenggara Negara yang diberikan oleh Ardian IM dan Harry Sidabuke kepada  Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono dan Juliari P Batubara.

Sedangkan khusus untuk Juliari P Batubara pemberian uangnya melalui Matheus Joko Santoso dan Shelvy N yang merupakan orang kepercayaan Juliari. Penyidik KPK mendapat informasi bahwa pemyerahan uang akan dilakukan pada hari Sabtu tanggal 5 Desember 2020, sekitar jam 02.00 Wib di salah satu tempat di Jakarta.  

Dimana uang tersebut sebelumnya telah disiapkan Ardian IM dan Harry Sidabuke di salah satu apartemen di Jakarta dan di Bandung, yang di simpan didalam 7 koper, 3 tas ransel dan amplop kecil yang jumlahnya sekitar Rp14, 5 Miliar.

  Selanjutnya Tim KPK langsung mengamankan Matheus Joko Santoso , SN dan pihak-pihak lain dibeberapa tempat di Jakarta untuk selanjutnya pihak-pihak yang diamankan beserta uang dengan jumlah sekitar Rp14,5 Miliar dibawa ke KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut.  

Dari hasil tangkap tangan ini ditemukan uang dengan pecahan mata uang rupiah dan mata uang asing, masing-masing sejumlah sekitar Rp11, 9 Miliar, sekitar USD 171,085 (setara Rp2,420 M) dan sekitar SGD 23.000 (setara Rp243 juta).

 Kasus ini sendiri menurut Ali Fikri, diawali saat adanya pengadaan Bansos penanganan Covid 19 berupa paket sembako di Kementerian Sosial RI tahun 2020 dengan nilai sekitar Rp5,9 Triliun dengan total 272 kontrak dan dilaksanakan dengan 2 periode. 

Juliari P Batubara selaku Menteri Sosial menunjuk  Matheus Joko Santoso  dan Adi Wahyono sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dalam pelaksanaan proyek tersebut dengan cara penunjukkan langsung para rekanan dan disepakati adanya fee dari tiap-tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan para rekanan kepada Kementerian Sosial melalui Matheus Joko Santoso.

 Untuk fee tiap paket Bansos di sepakati oleh Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebesar Rp10 ribu per paket sembako dari nilai Rp300 ribu perpaket Bansos.

Selanjutnya oleh Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono  pada bulan Mei sampai dengan November 2020 dibuatlah kontrak pekerjaan dengan beberapa suplier sebagai rekanan yang diantaranya Ardian IM, Harry Sidabuke dan juga PT RPI (Rajawali Parama Indonesia) yang diduga milik Matheus Joko Santoso. 

Penunjukkan PT RPI sebagai salah satu rekanan tersebut diduga diketahui Juliari Peter Batu Bara dan disetujui oleh Adi Wahyono. Pada pelaksanaan paket Bansos sembako periode pertama diduga diterima fee Rp12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh Matheus Joko Santoso kepada Juliari Peter Batu Bara melalui Adi Wahyono dengan nilai sekitar Rp8,2 Miliar.

Pemberian uang tersebut selanjutnya dikelola oleh Eko dan Shelvy N selaku orang kepercayaan Juliari Peter Batu Bara untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi Juliari Peter Batu Bara.

Untuk periode kedua pelaksanaan paket Bansos sembako, terkumpul uang fee dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp8,8 Miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan Juliari Peter Batu Bara. (AJNN.Net)

Komentar

Loading...