Tingkat Level Zonasi Covid-19 Perkecamatan, Menjadi Acuan Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar Tatap Muka Di Aceh Tengah.

Kadis pendidikan aceh tengah

TOSKOMI.COM II ACEH TENGAH - Pemerintah kabupaten (pemkab) aceh tengah melalui dinas pendidikan setempat dan kemenag aceh tengah akan tetap melaksanakan belajar tatap muka tingkat SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA senin mendatang sesuai dengan tingkat level zonasi per kecamatan covid-19 di aceh tengah.

Hal tersebut disampaikan Rusli dari dinas pendidikan aceh tengah dalam konferensi pers yang di gelar di gedung oprom setdakab aceh tengah selasa (15/9/2020).

Beliau juga menjelaskan ada beberapa butir persyaratan yang harus di terapkan dan di patuhi oleh sekolah yang akan melakukan proses belajar-mengajar tatap muka nantinya.

'Dilihat Dari hasil level zonasi perkecamatan itu, dari seluruhnya 14 kecamatan di aceh tengah ada 8 kecamatan yang berstatus zona hijau dan kuning yaitu kecamatan celala (hijau), silih nara (kuning), rusip (hijau), bies (kuning) , atu lintang( hijau), jagong jeget (hijau), linge (hijau) dan ketol(hijau), berdasarkan zonasi yang di tetapkan hijau dan kuning itu maka sudah kewajiban kami dari dinas pendidikan aceh tengah untuk melaksanakan proses belajar tatap muka yang juga selama ini mendapat keluhan dari masyarakat kenapa tidak silaksanakan" cetus Rusli.

Senada dengan pernyataan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Aceh tengah Drs Uswatuddin MAP juga menyatakan kesepakatan tersebut adalah Sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat menteri, menteri pendidikan, menteri kesehatan, menteri Agama, juga menteri dalam negeri,  bahwa untuk zona hijau dan kuning boleh belajar tatap muka, selanjutnya hasil rapat dengan forkopimda kabupaten aceh Tengah dan instansi terkait, agar untuk aceh tengah di buat zonasi perkecamatan oleh zubir covid-19.

"dari dasar itu kami tiga lembaga pendidikan kabupaten aceh Tengah mulai hari ini 15 september sampai dengan 19 september 2020 turun ke semua sekolah di wilayah aceh tengah melakukan monitoring kesiapan sekolah untuk belajar tatap muka dan sebagai laporan ke bapak bupati, yang nantinya akan memutuskan boleh atau tidaknya belajar tatap muka di kabupaten aceh tengah ini" ungkap Uswatuddin Saat dikomfirmasi. (Dedi Ar)

Komentar

Loading...