GeRAK Aceh Minta Kejati Aceh Buka Akses Informasi Kasus Korupsi dan Pidana Umum, Ini Kata Askhalani

koordinator-gerak-aceh-askhalani-8

TOSKOMI.COM II BANDA ACEH -  Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani, meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh untuk dapat membuka akses selebar-lebarnya kepada publik atau awak media cetak dan elektronik  terhadap perkara yang sedang ditangani seperti kasus dugaan korupsi atau pidana umum lainnya.

"Saya rasa keterbukaan publik sangat penting guna menumbuhkan rasa kepercayaan masyarakat kepada aparat penegak hukum. Ini penting untuk menghindari berbagai asumsi dari publik terhadap perkara yang sedang ditangani di Kejati Aceh. Terbuka itu penting, karena ini menunjukkan kinerja jaksa penyelidik dalam menangani perkara yang dilaporkan masyarakat yang sedang ditangani di Kejati Aceh," ujar Askhalani, Rabu (5/8/2020).

Menurut Askhalani, seharusnya kejati Aceh harus lebih terbuka dalam hal informasi perkembangan setiap penyelidikan setiap kasus yan sedang ditangani sehingga rakyat dapat melihat kemajuan proses hukum yang masuk di Kejati Aceh, apakah telah ditingkatkan ke penyidikan atau belum.

Misalnya, kasus dugaan korupsi pembangunan jalan Muara Situlen - Gelombang di Aceh Tenggara tahun anggaran 2018 mencapai Rp 11,6 miliar dari dana Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Aceh pada Dinas PUPR Aceh.

Lanjut Askhalani,  pihaknya meminta pihak Humas Kejati Aceh harus mendorong transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik di Kejati Aceh, bukan malah terkesan bersifat tertutup kepada awak media setiap perkara yang sedang ditangani selama ini di Kejati baik laporan masyarakat maupun penyelidikan pihak Kejati Aceh. (serambi)

Komentar

Loading...