Kisruh Penggunaan Dana Desa, RGM Kampung Gegarang Akan Lapor Rejenya Ke Ranah Hukum

Dana desa ilustrasi

TOSKOMI.COM II ACEH TENGAH - pada tanggal 24 Juli 2020 Lalu bendahara kampung Gegarang Kecamatan  Jagong jeget wahabiah mengajukan pengunduran diri sebagai bendahara karena merasa tertekan sebagai bendahara kampung gegarang,

disebabkan Sugito selaku Reje Kampung Gegarang selalu meminta uang peralisasian kegiatan pembangunan Dana Desa baik peralisasian 30% pembangunan dan perealisasian 100% dana Desa tahun 2020.

Berdasarkan pencatatan pengeluaran yang di catat oleh Wahabiah selaku bendahara, terpaksa mengeluarkan uang setiap reje itu meminta uang, karena Sugito meminta dengan suara yang tidak mengenakan dan memaksa agar uang yang di minta di berikan oleh bendahara, wahabiah terpaksa memberikan uang karena merasa tertekan dengan tindakan yang dilakulan oleh sugito.

Anehnya lagi,  wahibah menceritakan kronologis kejadian Pada saat mereka pergi bersama dengan reje tersebut untuk pencairan dana itu, wahabiah membuat kwitansi  namun sugito menolak untuk menandatangani kwitansi untuk pertanggung jawaban nya, sugito selalu reje mengatakan tidak mau menandatangani kwitansi tersebut dan diapun segera turun dari mobil dan menutup pintu dengan sangat keras, beliau juga mengancam akan memecat sekretaris desanya menyuarakan itu dengan kondisi marah dan mengatakan hal tersebut kepada wahabiah, beliau juga langsung keluar dari mobil milik wahabiah dengan cara menutup pintu mobil dengan sangat keras. Ungkap wahibah.

Bendahara kampung gegarang itu mengatakan persiapan pembayaran pajak di akhir Desember nanti akan dilakukan, beliau mengkhawatirkan pembayaran pajak dana desanya tidak dapat di bayarkan atas kelakuan sugito pada saat ini, dengan meminta uang kepada wahabiah dengan jumlah yang sangat besar tampa disertai kwitansi.

wahabiah selaku Bendahara melampirkan pengeluaran uang yang di minta oleh rejenya itu sudah mecapai total uang Rp. 48.200.000 tampa adanya kwitansi.

Berikut ini lampiran dan penjelasan yang di paparkan wahidah bendahara kampung gegarang.

1. Penarikan uang dana desa pada tanggal 15 April 2020 sebesar Rp. 143.422.000 Reje meminta kepada bendahara sebesar Rp. 20.000.000 pada tanggal 16 April 2020 jam 7:30 Wib. Meminta uang di depan pintu rumah,  reje tidak mau masuk ke dalam rumah bendahara dengan cara memaksa.

2. Penarikan uang dana desa pada tanggal 18 Mei 2020 sebesar Rp. 111.704.400 Reje meminta kepada bendahara sebesar Rp. 15.000.000 pada tanggal 18 Mei 2020 jam 16:29 Wib. Reje meminta di dalam mobil pribadi milik bendahara dalam perjalan dari Bank menuju Kampung Gegarang, reje meminta uang dengan cara memaksa.

3. Penarikan uang dana desa pada tanggal 23 Juni 2020 sebesar Rp. 47.155.336 Reje meminta kepada bendahara sebesar Rp. 1.000.000 pada tanggal 23 Juni 2020 jam 14:23 Wib. Di dalam kantor bank BRI

4. Penarikan uang dana desa pada tanggal 08 Juli 2020 sebesar Rp. 51.922.600 Reje meminta kepada bendahara sebesar Rp. 1.000.000 pada tanggal 08 Juli 2020 jam 10:14 Wib. Di mobil

5. Penarikan uang dana desa pada tanggal 17 Juli 2020 sebesar Rp. 22.000.000 Reje meminta kepada bendahara sebesar Rp. 2.000.000 pada tanggal 17 Juli 2020 jam 14:52 Wib. Di mobil untuk menyelesaikan hutang reje, pembeliah HP

6. Pembelian baju seragam 17 Agustus dengan corak warna putih, untuk upacara, Satu shet dengan pada tanggal 20 Juli 2020 harga Rp. 1.200.000.

7. Sewaktu penarikan pada hari Kamis tanggal 23 Juli 2020 sejumlah 41 Juta lebih kurang jam 16:42 Wib, Reje meminta uang Rp. 10.000.000 untuk keperluan anak reje yang sedang menempuh pendidikan.

Esok harinya pada tanggal 24 Juli 2020 jam 09:00 Wib bertepatan pada hari Jum'at mereka berkumpul di kantor reje, wahabiah selaku bendahara pada saat itu tidak mau memberikan uang tersebut karna dinilai untuk keperluan pribadi reje, wahabiah juga mempertanyakan pembayaran HOK (Hak Orang Kerja) belum juga diselesaikan kepada rejenya, kata wahabiah hal tersebutlah yang memicu terjadinya keributan di kantor desa gegarang antara Reje dengan nya.

"Maka saya selaku Bendahara merasa tertekan atas dasar itu saya mengajukan pengunduran diri dari bendahara Kampung Gegarang saat ini juga" tandas wahabiah

Dalam kegiatan Dana Desa tahun anggaran 2020 salah satu kegiatan Perehapan Pospindu kesehatan kampung gegarang belum juga diselaikan peralatan pospindu sampai saat ini belum di beli di karenakan kas bendahara kampung gegarang sampai saat ini Nol Rupiah.

Dalam kronologis lain setelah terjadinya cek cok antara Reje gegarang dan bendahara kampung tersebut, Ketua RGM kampung gegarang langsung memanggil Sugianto selaku reje pada tanggal 29 Juli 2020, untuk mempertanyakan terkait perselisihan antara sugianto dan wahabiah atas dasar meminta uang kepada bendahara dengan nominal jumlah yang berpariasi.

Saat Ketua RGM menerangkan perkataan yang di ucapkan rejenya itu ("Bahwa uang kurang dari 1 M itu adalah tanggung jawab reje baik dana desa itu saya makan dan saya habisin itu hak saya dan itu di perlu saya berikan penjalasan tentang itu, reje memaparkan kembali bahwa RGM tidak ada hak mengawasi anggaran di Desa dan hanya mengawasi bangunan")  begitu beliau sebagai reje mengatakan kepada saya ungkap Ketua RGM kampung gegarang itu.

Ketua RGM mengatakan bahwa atas kejadian ini akan segera melaporkan Rejenya itu ke ranah hukum, pada saat ini RGM kampung gegarang tersebut masih melengkapi berkas-berkas yang akan di perlukan pada saat melapor nanti pungkasnya. (mlyd/Dedi Ar)

Komentar

Loading...