Ratusan Masyarakat Linge Demo Hingga Menyegel Pabrik Getah Pinus

Penyegelan PT JMI

TOSKOMI.COM II ACEH TENGAH - Abaikan keselamatan masyarakat PT Jaya Media Internusa Disegel warga Linge aceh tengah. Sabtu 18 Juli 2020 sore tadi.

Keresahan atas aktivitas Perusahaan yang mengabaikan keselamatan masyarakat tersebut tak terbendung, Masyarakat yang didampingi aktivis menyerbu PT Jaya Media Internusa yang berada di desa kute baru di kecamatan linge, kerumunan masa yang geram atas tindakan pencemaran lingkungan itu langsung memberhentikan aktivitas dan menyegel PT JMI tersebut.

Sebelumnya perusahaan PT Media Jaya Internusa yang bergerak di bidang penyulingan Getah pinus tersebut diberikan izin tentang uji coba mesin penyulingan getah pinus selama enam hari terhitung dari tanggal 10 juli hingga 16 juli 2020 lalu.

Namun Dalam uji coba yang di beri izin oleh pemda aceh tengah tersebut pihak PT Jaya Media Internusa diduga membuang limbah sesuka hati ke sungai dan asap pekat ke udara wilayah kampung kute baru linge.

Sementara itu Dinas Lingkungan Hidup dan Pertamanan (DLHP) Aceh Tengah Subhan Sahara pada jum'at 17/7 lalu saat dikomfirmasi langsung menerangkan, bahwa limbah dari PT JMI yang ditampung di bak penetralisir dan limbah yang dibuang ke sungai itu telah di ambil sampel pada Kamis 16 Juli 2020 lalu untuk diteliti zat kimianya dan tingkat bahaya kepada masyarakat dan dampak kepada lingkungan dari limbah tersebut, Beliau juga menegaskan bahwa selama penelitian yang tengah berlangsung saat ini, dan selama hasil laboratorium belum dikeluarkan oleh tim laboratorium DLHKP aceh tengah, PT JMI dihimbau untuk sementara tidak beroprasi karna masa uji coba sudah selesai dan saat ini tengah dalam penelitian limbah buangan itu. Ujarnya

menurut keterangan saksi mata pemuda setempat Alpiansyah sabtu 18/7 menerangkan bahwa semenjak penelitian berlangsung PT JMI ini masih beroprasi seperti biasa, selain mengeluarkan asap hitam yang mencemari udara di wilayah itu, limbah buangan tampa penyaringan itu langsung dibuang ke sungai yang di pergunakan untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari, Kata Alpian.

Hal ini kata Alpiansyah, adalah pemicu amarah masyarakat atas tindakan perusahaan yang terus membuang limbah yang belum jelas keamananannya tampa melihat keselamatan masyarakat setempat, serta pihak perusahaan juga tidak mengindahkan himbauan dari Dinas Lingkungan Hidup tersebut.
Dalam aksi ini juga kata Alpiansyah mereka akan terus menyegel seluruh kegiatan PT JMI ini sebelum Hasil penelitian limbah buangan tersebut dari laboratorium DLHKP dikeluarkan dan dipastikan aman.

Sementara itu setelah peristiwa penyegelan pabrik getah pinus PT Jaya Media Internusa ini dilakukan masyatakat, Kepala DLHKP saat di komfirmasi kembali via handphone sabtu 18 juli megatakan " (Kami menyesalkan tindakan pihak perusahaan yg mengabaikan himbauan kami, Meski DLH tidak berwenang utuk memberi izin atau menghentikan Beroperasinya Pabrik dimaksud)".
tambahnnya beliau " (disini kami telah berupaya menghimbau secara maksimal kepada pihak perusahaan dan kalau masalah izin bukan ranah kami itu ranahnya ada di perizinan provinsi karna tugas kami hanya meneliti limbah dan dampak limbah kepada lingkungan)". Ungkapnya.

Badri aktivis linge yang terjun langsung dalam aksi bersama masyarakat saat dimintai keterangan mengatakan bahwa pemerintah daerah kabupaten aceh tengah seakan tutup mata atas tindakan semena-mena yang dilakukan pihak PT JMI atas rakyat linge ini, beliau menekankan jika perusahaan beroprasi tampa memastikan kemananan bagi lingkungan maka beliau memastikan tidak menutup kemungkinan ekosistem dan juga keselamatan serta kelangsungan hidup masyarakat linge kedepannya akan terancam.

"Saya mengecam atas tindakan Pihak perusahaan yang mencemari lingkungan setelah uji coba yang diberikan habis, dalam hal ini pemda aceh tengah harus cepat mengambil sikap tidak hanya diam di atas keresahan rakyat". Ungkap badri aktivis linge ini (Dedi Ar)

Komentar

Loading...