Disparpora Aceh Tengah Diminta Fasilitasi Pelaku Pariwisata Dapatkan BIP

mulyadi.pic

TOSKOMI.COM|| Takengon (15/7/2020)- Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tengah dalam hal ini Dinas Pariwisata Aceh Tengah diminta untuk fasilitasi Pelaku Usaha Pariwisata dan Pelaku Usaha Kreatif untuk mendapatkan Bantuan Intensif Pemerintah (BIP) yang dikeluarkan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (kemenparkraf).

Hal ini disampaikan Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI Aceh Tegah) kepada media ini (15/7/2020).

Menurut Mulyadi, saat ini ekonomi rakyat sedang berada pada titik nadir. Sehingga dibutuhkan usaha-usaha untuk membangkitkan gairah ekonomi salah satunya adalah suntikan dana segar. Apalagi, wacana mengenai new normal sedang tengah digadang-gadang akan dilakukan.

Mulyadi menambahkan bahwa saat ini usaha parawisata dan ekonomi kreatif di Aceh Tengah belum semua berstatus Badan Hukum, sehingga sulit untuk mengakses mendapatkan modal baik dari perbankan maupun Goverment.

Mulyadi menilai bahwa Aceh Tengah masih butuh Pemerintah Pusat dalam hal pariwisata. Apalagi Pemerintah Pusat saat gencar-gencarnya membangun sektor ini.

Mulyadi menilai Pemerintah Daerah masih mandul dalam menjemput program-program skala nasional baik event, kegiatan maupun pembangunan infrastruktur. Hal ini terbukti bahwa Aceh Tengah tidak masuk sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata (KEK) atau program lain dengan nilai fantastis.

Mulyadi juga melihat banyaknya kegiatan yang sudah dipotong karena dialihkan ke Program-program pencegahan covid-19, oleh sebab itu, dalam minimnya kegiatan dinas tersebut alangkah lebih baik diisi dengan kegiatan dalam memfasilitasi kegiatan tersebut.

Apalagi menurut Mulyadi, BIP belum sepenuhnya diketahui oleh Pelaku Pariwisata dan Usaha Kreatif Aceh Tengah sehingga harus didampingi oleh Pemerintah Daerah.

Pendampingan dilakukan agar banyak pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif mendapatkan Bantuan tersebut. [Ahlaz Zikri]

Komentar

Loading...