Polres Aceh Tengah : SP3 Dikarenakan Tidak Cukup Alat Bukti

PicsArt_06-25-10.19.59

Toskomi.com || Aceh Tengah- Gugatan prapredilan oleh jalaluddin masyarakat korban gempa gayo untuk Polres Aceh Tengah Dan Kejaksaan sampai saat ini masih menjadi perbincangan hangat di kabupaten berhawa sejuk ini, pasalnya sampai saat ini jalaluddin merasa kecewa laporan pemalsuan tanda tangan  di hentikan oleh polres Aceh Tengah, untuk itu jalal beserta pengacaranya jimmy Albertinus SH.MH mendaftarkan gugatan ke pengadilan negeri takengon.

Kapolres Aceh Tengah Melalui Kasatreskrim Iptu Agus Riwayanto Diputra, kepada toskomi.com mengatakan sudah menggelar perkara terkait apa upaya yang sudah di laksanakan, apa hambatan penyidik selama ini, dari hasil gelar perkara tersebut polres Aceh Tengah bersepakat untuk menghentikan perkara tersebut, Apabila nanti sudah di temukan bukti bukti baru maka akan kita buka kembali perkaranya sebut kasatres Agus,

Sementara itu kuasa hukum jalaluddin jimmy Albertinus SH.MH beserta 3 kuasa hukum lainya mengatakan pihaknya tetap berpedoman kepada permohonannya, yakni di dalam pasal 263 KUHP tidak harus ada kerugian yang nyata, hal ini juga sesuai dengan pendapat ahli hukum pidana, R.Soesilo dan lumintang, syarat formil untuk melimpahkan perkara ini ke pengadilan telah terpenuhi dengan alat bukti yang telah dijabarkan oleh penyidik yakni surat yang di palsukan uji labkrim atas pemalsuan tersebut.

Jimmy menambahkan saksi saksi dan keterangan terlapor sendiri mengakui jika memalsukan tanda tangan tersebut, artinya syarat formil atas laporan pemohon telah terpenuhi, penghentian penyidikan karena tidak adanya kerugian sesuai petunjuk kejaksaan telah terbantahkan oleh pendapat ahli hukum, kami sangat yakin dan berharap jika permohonan kami di kabulkan oleh majelis hakim yang memeriksa dan memutus perkara ini karena dalil dan posita permohonan kami telah terpenuhi untuk seluruhnya tutup kuasa hukum jalalluddin. (Tim)

Komentar

Loading...