Aktivis: Pak Wakil Juga Harus Melapor!

40CE0F12-EE6C-4E2C-9960-5ECF82D8720C

TOSKOMI.COM|| Takengon (3/6/2020)-Disharmoni antara Bupati Aceh Shabela Abubakar dan Wakil Bupati Firdaus, S. Km menuai babak baru setelah akhirnya Pak Bela (panggilan akrab Shabela Abubakar-red) melapor secara resmi ke pihak kepolisian.

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Nono Suryanto melalui Kasat Reskrim, Iptu Agus Riwayanto Diputra seperti yang yang dilansir Serambinews.com, Rabu (3/6/2020) membenarkan informasi tentang Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, telah melaporkan wakilnya Firdaus terkait dengan kasus dugaan pengancaman.

“Benar, Bupati Shabela sudah membuat laporan secara resmi beberapa hari lalu. Cuma untuk proses selanjutnya, kasus ini sudah dilimpahkan ke Polda Aceh karena menyangkut dengan pimpinan daerah. Kami hanya menerima laporannya saja,” kata Iptu Agus Riwayanto.

Padahal berbagai sumber mengatakan bahwa banyak upaya mediasi yang tengah dibangun berbagai pihak untuk mendamaikan pertikaian tersebut salah satunya apa yang tengah dibangun orang nomor satu di Aceh, Nova Iriansyah.

Lantas reaksi Shabela tersebut mendapatkan tanggapan dari warga. Menurut Aktivis Gayo, Yusuf Sabri bahwa Apa yang dilakukan Pak Bela merupakan hak warga negara yang harus dihormati dan tidak boleh dikurangi oleh siapapun.

Menurut Yusuf proses ini harus menjadi perhatian serius oleh Polda Aceh karena kasus ini melibatkan pimpinan daerah. 

“Saya berharap kasus ini menjadi skala prioritas yang harus ditangani Polda” kata Yusuf.

Namun Yusuf juga berharap kepada Wakil Bupati Aceh Tengah, Firdaus, S. Km untuk melaporkan “kasus yang lebih besar” sebagaimana yang telah di katakan oleh Firdaus lewat berbagai media massa.

Senada dengan itu, Ketua DPC GmnI Aceh Tengah, Mulyadi juga menghimbau kepada semua pihak untuk menghormati hak dari Pak Bela.

“Jikapun nanti mereka sepakat untuk berdamai, tentunya proses hukum kan tidak serta merta gugur” kata Mulyadi.

Terhadap rencana Firdaus yang berencana akan melaporkan sang Bupati, Mulyadi juga menyarankan agar hal tersebut tidak sebatas wacana semata. Karena menurutnya fakta-fakta harus diungkap agar tidak menjadi tabu. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Firdaus juga akan melaporkan Shabela terhadap kasus yang lebih besar.

Diketahui disharmoni antara Bupati dan Wakilnya ini ditenggarai akibat ketidakterlibatanya Wakil Bupati disejumlah kegiatan mulai dari pembahasan anggaran sampai mutasi di lingkungan pemerintah daerah kabupaten aceh tengah. Dan puncaknya saat proyek 17 milyar di Dinas Kesehatan serta RSU Datu Beru. 

Komentar

Loading...