Bempatalan Sepihak Proses Tender Proyek 14 Milyar di RSUD DATU BERU Oleh Pokja

14 Milyar Tender RSUD Batal Tiba Tiba, Pakah Ada Kaitan Dengan Konflik Bupati Vs Wakil di Aceh Tengah…?

IMG-20200528-WA0011

TOSKOMI.COM || ACEH TENGAH – Proses tender pengadaan barang dan jasa pembangunan renovasi ruang operasi Rp.5 Milyar dan pembangunan gedung rawat inap Rp.9 Milyar tersebut secara tiba tiba di batalkan oleh panitia.

Proyek yang senilai 14 Milyar yang berada di Rumah Sakit Umum Daerah Datu Beru Tekengon ini sebelumnya menjadi pemicu keributan antara Bupati Aceh Tengah dan Bupati Bener Meriah.

Pembatalan yang diduga sepihak oleh panitai Unit Lelang Pengadaan Barang dan Jasa (ULP) Aceh Tengah ini menuai polemik di kalangan para rekanan kontraktor aceh tengah.

Sebelumnya Alwi selaku ketua ULP Aceh Tengah mengatakan kepada toskomi.com 28/05/2020 “Bahwa ada kesalahan dokumen yang harus di perbaiki sehingga harus di batalkan proses tendet tersebut”.

Ketika di tanyai mengenai Konflik Bupati dan Wakil Bupati sebekumnya yang mempersolakan Proyek 17 Milyar apakah ada kaittanya dengan pembatalan tender tersebut dengan konflik elit, Alwi menerangkan bahwa pembatalan tender tersebut tidak ada kaitanya dengan konflik Bupati dan Wakil sebelumnya.

Salah satu rekanan yang di mintai tanggapanya yang tidak ingin di sebutkan namanya memneberkan “Pada saat masa pemberian penjelasan beberapa rekanan memberikan pertayaan berdasarkan dokumen lelang tersebut, Pada tahapan ini sekiranya dari pihak panitia bisa saja menerbitkan addendum atas dokumen pemilhan tersebut sekiranya terjadi kesalahan atas dokumen pemilihan nomor : 1-02/RSUD.DB.AT/POKJA III/2020 tgl 09 mei 2020.”

“Dengan tidak adanya adendum maka para penyedia menyiapkan seluruh persyaratan dokumen penawaran sesuai berdasarkan dengan dokumen pemilihan dengan nomor tersebut di atas, Sampai dengan batas upload dokumen penawaran dengan waktu yang telah di tentukan oleh pihak pokja”.

Sementara Setiap dokumen pemilihan dibuat oleh pokja masing masing dan Pokja dipilih oleh ULP di setujui pimpinan daerah.

Hingga berita ini di turunkan pihak Pokja hingga saat ini belum dapat di konfirmasi sehingga belum diketahui secara jelas apa alasan Pokja membatalkan proses tender yang sudah berjalan.(A1)

Komentar

Loading...