Terkait pengangkatan kepala dinas, Shabela mengatakan bahwa dia selalu mengingatkan Sekda untuk melibatkan Firdaus.

Shabela : Tetap Laporkan, Tidak Ada Kata Damai

Foto Bupati Shabela dan Wakil Bupati Firdaus
Foto Bupati Shabela dan Wakil Bupati Firdaus

TOSKOMI.COM || ACEH TENGAH - Bupati Aceh Tengah, Shabela Abu Bakar mengatakan selama ini hubungan dia sebagai bupati dan Firdaus sebagai wakilnya harmonis dan baik-baik saja.

Namun Shabela tidak tahu kalau di luar ada kabar ketidakharmonisan antara dirinya dengan Firdaus. Namun setelah kejadian tadi malam semua itu menurut Shabela akan berubah.

Shabela sendiri secara langsung mengatakan akan melaporkan Firdaus ke pihak Polres Aceh Tengah. Tidak ada kata damai, menurut Shabela ini sudah menjadi masalah hukum, apalagi sudah ada ancaman pembunuhan untuk dirinya dan keluarga.

"Kalau hubungan saya tidak harmonis tidak mungkin saya kasih masuk dia ke pendopo. Nggak ada masalah tahu-tahu sudah terjadi pengancaman," kata Shabela, Jum'at (15/5/2020) di Bintang, Aceh Tengah.

Terkait pengangkatan kepala dinas, Shabela mengatakan bahwa dia selalu mengingatkan Sekda untuk melibatkan Firdaus.

Bahkan dirinya menyampaikan supaya Firdaus jangan sampai ditinggalkan. Shabela juga menekankan bahwa pembina kepegawaian di Aceh Tengah adalah dirinya, bukan wakil bupati.

Dirinya mengatakan kalau tidak mungkin dirinya membagi wilayah (kekuasaan) dengan Firdaus.

"Setengah wilayah Aceh Tengah ini saya bagi nggak mungkin. Peraturan juga melarang hal tersebut. Mungkin maunya dia begitu," ujar Shabela.

Shabela mengingatkan tugas wakil Bupati hanya membantu dirinya. Dia mengatakan kalau selama ini Firdaus selalu dlibatkan. Tapi kalau Firdaus ingin lebih, menurutnya itu tidak mungkin.

Peran wakil menurut Shabela terutama pengawasan dan tugas - tugas lain yang diberikan oleh bupati. Kalau mau lampaui bupati tidak mungkin.

Saat menanyakan apakah ini terkait proyek., Shabela mengatakan bahwa dirinya tidak tahu menahu tentang hal itu. Karena menurutnya, dirinya bukan toke proyek.

Shabela mengungkapkan saat datang ke pendopo Firdaus langsung bertanya soal proyek, sambil melemparkan satu buah berkas sambil berkata-kata kasar.

Sebenarnya, ia mengaku terancam dengan kejadian ini, namun dia tetap keluar karena pengawalan masih ada terhadap dia, yakni pengawalan tertutup dari pihak keamanan resmi.

"Ini pun saya kan diri keluar. Karena pengawalan masih ada terhadap saya secara tertutup. Selain itu saya yakin Tuhan mengawal saya. Saya tidak pernah takut. Kalau pun celaka itu sudah kebetulan," ujar Shabela. (Ajnn.Net)

Komentar

Loading...