Mendahului Anggaran Untuk Rehab Rumah Dinas

Cempege Institute: Elit Aceh Tengah Mengalami Krisis Hati Nurani

7E491052-0227-43B3-B227-E66A4589A3C7

TOSKOMI.COM|| Takengon (26/4/2020)- Perubahan Anggaran dengan alasan yang tidak penting mendapatkan kecaman dari berbagai kalangan. Kali ini Lembaga Swadaya Masyakat Cempege Institute juga mengecam hal ini.

Cempege Institute menilai adanya krisis hati nurani dan rasa kemanusiaan dari Bupati dan Ketua Dewan Aceh Tengah. Yang memprakarsai perubahan APBK yang tidak penting padahal kondisi daerah dalam keadaan berduka apalagi dilakukan secara ilegal.

Hal ini disampaikan Direktur Cempege Institute, Khairuddin kepada media ini (26/4/2020).

Udin (panggilan akrab Khairuddin-red) menganggap bahwa banyak hal yang sebenarnya lebih darurat dari pada sumur bor Rumah Dinas Ketua Dewan seperti tidak adanya tunjangan tenaga medis yang berjuang di garda terdepan.

Karena di samping itu banyak hal yang di butuhkan  secara mendesak apalagi kita sedang di hadapi bencana musibah virus covid-19 dan masih banyak masyarakat membutuhkan bantuan dari pemerintah Aceh Tengah dari pada  proyek yang di kerjakan dengan anggran 6 milyar ini.

Disamping itu perekenomian masyarakat sangat sulit sekarang ini dengan turun harga palawija dan turunnya harga kopi, dan yang lebih mengecewakanlagi Terkait anggaran perubahan tersebut tidak dilibatkannya anggran penanganan covid-19 padahal pada dasar nya dana yg anggaran 6  milyar bisa dialihkan ke penanganan covid-19 pada sekarang ini karena situasi darurat dan mendesak dan sangat tepat di gunakan saat kondisi seperti ini. (Ak47)

Komentar

Loading...