Celala Tentang Rencana Pembangunan TPA Blang Kekumur

9B70C54D-174E-4548-AA4F-0D3B2FFA9719

TOSKOMI.COM|| Takengon (23/4/2020)- Reje (Kelapa Desa-red) Kampung Blang Kekumur, Kecamatan Celala menentang rencana Pemerintah Aceh Tengah yang akan membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kampung Tersebut.

Hal ini diungkapkan Reje Kampung Blang Kekumur, Amran Konadi saat dimintai tanggapan media ini (23/4/2020).

Menurut Konadi, rencana pembangunan tersebut saat ini merupakan penghinaan bagi masyarakat Blang Kekumur. Pasalnya lokasi tersebut terletak didekat pemukiman warga dan daerah aliran sungai (DAS).

Konadi juga mengeluh karena sebelumnya rencana tersebut tidak pernah mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Desa yang ia pimpin.

“Kami sudah musyawarah dengan masyarakat, dan mereka tidak setuju” Kata Amran Konadi.

Diketahui bahwa sikap protes Reje Blang Kekumur bukan hanya gertak sambal, kemarin (23/4/2020) Kepala desa tersebut sempat mendatangi Sekda Aceh Tengah, Drs. Karimansyah dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ir. Zikriadi sebagai bentuk protes.

Forum Reje Celala juga menolak pembangunan TPA

Penolakan pembangunan TPA Blang Kekumur bukan hanya timbul dari desa tersebut. Namun juga seluruh masyarakat Celala. 

Hal itu ditambahkan oleh Wakil Forum Reje Kecamatan Celala, Yaser Arafat. Reje muda Kampung Kuyun tersebut juga meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tengah untuk mengevaluasi rencana pembangunan tersebut.

Lokasi TPA di Blang Kekumur akan berdampak pada lingkungan serta aspek lain yang tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Blang Kekumur melainkan mayatakat Kampung Celala secara umum.

Yaser juga menururkan kekecewaan terhadap Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tengah yang telah menyetujui Pembangunan Jalan ke TPA tersebut serta Anggaran Penyusunan Dokumen TPA tersebut, padahal saat ini seluruh dunia sedang fokus dalam melawan Pandemi Covid -19. [Ahlaz Zikri]

Komentar

Loading...