Harga Kopi Anjlok Diduga Ada Mafia, Sutris Sekjen GMNI Minta Polisi Usut

IMG-20200418-WA0002

TOSKOMI.COM || Banda Aceh - Terkait anjlok nya harga kopi di dataran tinggi Gayo, kami menduga ini ada permainan Pedagang Kopi di Gayo. Ungkap Sutris yang merupakan anak patani kopi sekaligus Sekjen GMNI Kota Banda Aceh

Terkait rilis berita salah satu media nasional mengatakan justru saat ini kebutuhan kopi di Eropa maupun di Amerika meningkat, nah kok bisa harga kopi di tingkat petani gayo anjlok total.

Kami menduga ini permainan sangat terstruktur dan masif dari pembeli pembeli kopi di gayo, yaitu koperasi koperasi yang terlibat dalam perdagangan kopi selama ini. Kami menduga ada praktik perdagangan Tidak sehat. Terang Sutris

Lanjut Sutris Sekjen GMNI kota Banda Aceh, ini bukan kali pertama nya, Tahun lalu juga sempat merebak isu glifosat yang mereka munculkan itu juga membuat harga kopi anjlok. Mereka mengatakan kopi Gayo di tolak di Eropa tapi faktanya dari kedutaan Indonesia disana membantah isu tersebut. Tapi harga kopi anjlok .

Kami minta Polda Aceh memeriksa seluruh perusahaan Eksportir dan pimpinan koperasi yang ada di Gayo. Mereka juga perwakilan perusahan perusahaan raksasa komoditi yang membeli kopi selama ini, hal mengapa perlu kami ungkap lantaran banyak nya dugaan permainan Data Petani Kopi Organik yang di manipulasi oleh beberapa perusahaan sehingga Dana Fremium Fee banyak tidak di setorkan ke pada pentani kopi organik. Tutup Sutri Aktivis Banda Aceh ini (A1)

Komentar

Loading...