“Kalau dari yang terinfeksi mungkin 1-2 persen saja. Saya pikir 1,5-2,5 juta kematian kalau tidak ada intervensi itu angka yang reasonable,” kata Panji

Pakar Beberkan Bahaya Herd Immunity Hadapi Corona Covid-19

covid19

TOSKOMI.COM || Wabah penyakit akibat infeksi virus akan hilang ketika mayoritas populasi kebal, dan individu berisiko terlindungi oleh populasi umum. Dengan begitu virus akan sulit menemukan host atau inang untuk menumpang hidup dan berkembang. Kondisi itu disebut dengan Herd Immunity atau kekebalan kelompok.

Menurut
pakar epidemiologi Universitas Padjajaran (Unpad), Panji Fortuna Hadisoemarto,
secara teori, kalau suatu penyakit menular sudah menginfeksi sejumlah tertentu
di suatu kelompok masyarakat, otomatis herd immnunity terbentuk.

"Dengan
asumsi infeksinya akan menimbulkan kekebalan," jelas Panji, Minggu
(5/4/2020).

Namun
sebelum kekebalan ini terbentuk, lanjut Panji, mayoritas kelompok masyarakat
mesti terinfeksi terlebih dahulu. Semakin menularkan suatu penyakit, semakin
banyak penduduk yang terinfeksi sebelum terbentuknya herd immunity.

Panji
menjelaskan, kekebalan kelompok diterapkan pada suatu populasi yang tak
menerapkan karantina wilayah maupun intervensi lain yang menjegal laju
penyebaranaan virus. Jadi virus dibiarkan menginfeksi ke seluruh kelompok
masyarakat sampai terbentuk herd immunity dengan sendirinya.

Panji
menyebut, jika hal itu dilakukan di Indonesia dalam konteks wabah Covid-19 ini, maka
75 persen penduduk Indonesia terinfeksi virus Corona. Hal itu dengan catatan
pemerintah tidak melakukan intervensi apa-apa, termasuk karantina wilayah dan
pembatasan sosial bersekala besar (PSBB).

"Apa
pun yang bisa menurunkan penularan. PSBB pun bisa menurunkan penularan, tapi
mungkin tidak cukup untuk 'menghentikan' penularan," papar Panji.

Panji
pun memprediksi bahwa jika kelompok besar masyarakat Indonesia sudah
terinfeksi, maka persentase angka kematiannya tak sebesar seperti saat ini yang
mencapai sekitar delapan persen. Namun secara nominal angkanya sangat jauh
melambung.

"Kalau
kematian dari yang terinfeksi akan jauh lebih kecil dari delapan persen, Mas. Yang
dilaporkan sekarang kan hanya dari yang terdiagnosis dan dirawat di RS, artinya
mereka yang sakitnya berat sampai sangat berat. Tapi dari sekian banyak yang
terinfeksi, sebagian besar akan sakit ringan bahkan tidak bergejala,"
ungkapnya.

Panji
mengasumsikan jika sebagian besar sudah terinfeksi, angka kematiannya berkisar
antara satu sampai dua persen saja. Namun satu sampai dua persen dari total 75
persen penduduk Indonesia angkanya bukan main-main.

"Kalau
dari yang terinfeksi mungkin 1-2 persen saja. Saya pikir 1,5-2,5 juta kematian
kalau tidak ada intervensi itu angka yang reasonable," kata
Panji.

Puncak Mei

Angka tersebut
bukanlah angka yang sedikit. Artinya jika pemerintah Indonesia tak melakukan
intervensi laju penyebaran virus Corona, sekitar satu setengah hingga dua
setengah juta penduduk Indonesia akan terbunuh karena virus ini.

Maka,
lanjut Panji, cara paling efektif untuk menekan angka kematian itu dengan cara
menurunkan jumlah kasus baru secara maksimal serta meningkatkan kesembuhan bagi
yang sudah terinfeksi. Langkah ini dilakukan dengan cara melakukan isolasi dan
karantina.

"Dan
semoga nanti vaksin. Obat bisa meningkatkan dan mempercepat kesembuhan, artinya
akan menurunkan penularan juga (karena masa penularan dipersingkat),"
jelas Panji.

Dari
pemodelan yang ia lihat, puncak kasus Covid-19 di Indonesia akan terjadi di
bulan Mei nanti. Namun menurut dia, setiap daerah akan berbeda-beda mengalami
puncak wabah ini.

"Saya
rasa cukup reasonable. Tapi menurut saya puncak ini akan dialami di waktu yang
berbeda, untuk wilayah yang berbeda di Indonesia. Jakarta akan mencapai puncak
lebih cepat dari tempat lain karena mulainya juga lebih cepat," terangnya.

Terakhir,
Panji pun berpesan agar pemerintah mendengarkan rekomendasi dari para ahli jika
ingin terlepas dari mimpi buruk ini. "Tolong dengarkan masukan ahli.
Soalnya sudah begitu banyak masukan, rasanya tidak didengar," pungkasnya.(Liputan6)

Komentar

Loading...