Muzakir : Apalagi postingan tersebut menyentuh orang nomor satu di Aceh

Muzakir Ketua KMAP Mendesak Pelaku di Ungkap Terkait isu SARA Suku Gayo

Muzakir Ketua KMAP Aceh Tengah. Dok. LG.CO

TOSKOMI.COM || Aceh Tengah - Terkait dengan postingan salah satu
akun facebook @Penglima Pidie yang dinilai mengandung unsur SARA terkhusus
kepada orang Gayo.

Dalam
postingannya akun tersebut menyebutkan, “Bersepakat Melarang Menahan Orang Aceh
Pulang ke Kampung Sendiri. Gubernur Aceh Bukan Keturunan Aceh, Makanya Berani
Mengeluarkan Kata-Kata Yang Sangat Miris.”

Dalam
postingannya, @Panglima Pidie turut menyertakan foto Plt Gubenur Aceh, Nova
Iriansyah. Dalam foto unggahan itu, ia membubuhkan kata-kata yang tak pantas
terhadap Plt Gubernur dan menyebut kata-kata Gayo dengan kata yang tidak
senonoh.

Hal
tersebut mengundang kemarahan para pengguna media sosial di dataran tinggi
Gayo.

Menanggapi
itu Ketua Kesejahteraan Masyarakat Aceh Pesisir (KMAP) Pusat Aceh Tengah dan
Bener Meriah, Muzakir, memberikan pandangannya.

Kepada
LintasGAYO.co, Jum’at 3 April 2020 mengatakan, pernyataan dari akun @Panglima
Pidie bukan mewakili pernyataan seluruh masyarakat Aceh.  “Itu pendapat
pribadi, dan kami sangat menyesalkan adanya pernyataan seperti itu,” kata
Muzakir.

Muzakir
berharap, agar masyarakat Gayo dan Aceh secara umum, tidak terpancing dengan
apa yang diprovokasikan oleh akun facebook tersebut.

“Di
tengah kondisi saat ini, disaat semua kita tengah berjuang melawan Covid-19,
jangan sampai kita di adu domba oleh orang yang tidak bertanggung jawab,”
katanya.

“Apalagi
postingan tersebut menyentuh orang nomor satu di Aceh. Itu sangat kita
sesalkan. Dan kami mendesak Polda Aceh untuk mengusut siapa dalang dibalik akun
tersebut,” tambahnya.

Menurutnya,
selama ini Aceh dan Gayo sudah lama bersatu, dan KMAP yang sudah lama
berinteraksi secara langsung di Gayo, sudah merasakannya bagaimana persatuan
tersebut.

“Kalau
tidak nyaman, mana mungkin orang Gayo mau mempercayakan Ketua KMAP sebagai
anggota DPRK, itu menjadi bukti urang Gayo sangat terbuka,” kata anggota DPRK
Aceh Tengah ini.

Lain
itu tokoh masyarakat Gayo, Fauzan Azima, saat ditanyai mengatakan, kasus serupa
sudah berulang kali terjadi.

“Kita
berharap, Kapolda Aceh yang baru, segera mengusut kasus ini. Siapapun dia,
orang seperti ini sangat layak ditempatkan di penjara sambil belajar etika dan
kesopanan,” tegas Fauzan.

Menurut
Fauzan, masyarakat Gayo sudah selayaknya membuat petisi keberatan atas isi yang
disampaikan oleh akun tersebut.

“Petisi ini kemudian disampaikan ke Polda Aceh, hal ini harus dilakukan, demi menjaga kenyamanan dan perdamaian suku di Aceh. Karena postingan tersebut, bukan saja mengandung SARA tapi tidak bermoral,” tandas Fauzan. (Lintasgayo.co)

Komentar

Loading...