Berharap Ada Solusi dari Pemerintah Daerah…!

Petani Menjerit : Efek Corona Isu Ekspor Kopi Turun, Harga Arabika Gayo Rp.7000 / Kg

Screenshot_20200401-001251_Facebook

TOSKOMI.COM || Takengon - Dampak dari virus corona agaknya sudah mulai merugikan petani kopi di Kabupaten Aceh Tengah, khususnya di Kecamatan Jagong.

Bagaimana tidak, saat ini kopi merah dihargai sangat murah oleh agen atau toke yang membeli di desa-desa.

Petani Kecamatan Jagong, Fadli menyampaikan dari harga normal yang rata-rata 10 sampai 13 ribu perkilogram, saat ini hanya dibandrol Rp 7 ribu perkilogram.

“Semenjak ada virus-virus corona ini langsung turun jadi Rp 7 ribu di Kecamatan Jagong untuk kopi gelondong. Semua diisukan karena ekspor kopi menurun tidak bisa keluar karena ada lockdown akses masuk ke negara importir ataupun eksportir kopi ke negara tujuan, karena virus corona ini, jadi harga kopi tidak ada harga jual dan harga beli, ya ini jadi khawatir petani kopi Gayo ini,” kata petani kopi di Jagong, Fadli, Minggu (29/3/2020).

Sebelumnya pelaku usaha kopi di Gayo, Armiadi menyebutkan kopi asalan seminggu terakhir Rp 55 ribu dari sebelumnya Rp 60 ribu perkilogram.

Melemahnya harga jual diduga karena tingkat konsumsi kopi dunia terhadap kopi Gayo menurun pasca covid-19 merebak.

Resi gudang dinilai sebagai solusi untuk stabil harga kopi ditingkat petani.

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah sendiri telah berencana mengaktifkan kembali resi gudang yang berada di desa Karang Rejo, Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah.

Pengaktifan tersebut sebagai langkah pemerintah antisipasi anjloknya harga kopi arabika Gayo. (rri.tkn)

Komentar

Loading...