BRI Cabang Takengon Berikan Kelonggaran Cicilan Nasabah Terdampak Virus Corona

IMG-20200327-WA0003

TOSKOMI.COM||Takengon|Dalam rangka menindaklanjuti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan NO.11/POJK/2020 Tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai kebijakan countercyclical yang diberikan oleh OJK kepada industri perbankan guna menjaga kinerja perbankan tetap tumbuh dengan sehat ditengah pandemi Virus Corona.

Saat ini, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Takengon telah mengeluarkan kebijakan terkait dengan aturan Relaksasi Penilaian Kualitas Kredit dan Restrukturisasi Kredit Dalam Rangka Stimulus Perkonomian Nasional kepada Debitur terdampak COVID-19.

Relaksasi dan Restrukturisasi tersebut hanya diberikan kepada Debitur yang terdampak COVID-19 baik yang terdampak secara langsung maupun tidak langsung pada sektor ekonomi antara lain Pariwisata, Transportasi, Perhotelan, Perdagangan, Pengolahan, Pertanian, dan Pertambangan.

Pimpinan BRI Cabang Takengon Muhammad Alfi Syahrin Mengatakan, Debitur yang usahanya saat ini mengalami penurunan omset atau penjualan karena terdampak COVID-19 sehingga mempengaruhi kemampuan pembayaran kredit dapat diberikan keringanan berupa Penurunan Suku Bunga, Perubahan Jangka Waktu dan Pengurangan Tunggakan Bunga,Denda atau Pinalti .

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa Pemerintah melalui OJK telah memberikan kelonggaran atau relaksasi kredit usaha mikro dan usaha kecil kepada Debitur yang kemudian akan diberikan penundaan pembayaran kredit sampai dengan jangka waktu satu tahun dan penurunan suku bunga.

Muhammad Alfi Syahrin menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah penundaan pembayaran bukan berarti penghentian atau pengahapusan pembayaran kredit selama satu tahun.
"Dalam POJK 11/2020 diatur bahwa yang dapat diberikan keringanan Penundaan Pembayaran tersebut adalah para debitur kecil antara lain sektor informal usaha mikro, pekerja berpenghasilan harian, misalkan pekerja informal yang memiliki tagihan kepemilikan rumah tipe tertentu atau program rumah sederhana, kemudian pengusaha warung makan yang terpaksa tutup karena ada kebijakan pemerintah untuk melakukan social distancing" ujarnya.

Kemudian pihak BRI akan melakukan assessment/penilaian debitur yang dapat diberikan keringanan berupa penundaan pembayaran, dalam hal ini Debitur tidak secara otomatis mendapatkan program relaksasi atau restrukturisasi dari pihak BRI, tentunya harus melalui permohonan dari debitur untuk dapat diproses sesuai ketentuan.

“Debitur yang usahanya terdampak COVID-19 tidak perlu bertatap muka atau datang secara langsung ke kantor BRI, Silahkan menghubungi tenaga pemasar BRI (Mantri/Account Officer) melalui sarana tercepat seperti SMS/Telp/Whatsapp, kemudian sampaikan kepada tenaga pemasar BRI secara terbuka dan jujur terkait dampak COVID-19 terhadap usaha Debitur, Kami akan langsung memproses permohonan tersebut dalam waktu yang secepatnya."Tutupnya (A1)

Komentar

Loading...